Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Kawah Putih Bandung, Ini Danau Kaolin di Belitung

Kompas.com - 23/11/2019, 10:00 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

Eksa menceritakan bahwa niat dari para penambang ini sebelumnya adalah mereklamasi, namun debit air hujan yang tak terbendung dan lubang yang semakin besar, mereka mengurungkan niat reklamasi.

Baca juga: Mencicip Kopi Hitam Tanpa Ampas Khas Kedai Kong Djie di Belitung

“Kalau lubangnya masih kecil masih bisa direklamasi, usaha ditutup,” tambahnya.

Hasil tambang kaolin biasa diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand.

Jadi, bahan baku kecantikan tidak diolah di Belitung melainkan dikirim lalu diolah di sana menjadi berbagai bahan kosmetik maupun bahan pengobatan, dan bangunan.

Di sekeliling Danau Kaolin, kamu akan melihat beberapa pedagang yang menjajakan batu mirip batu akik. Ternyata bukan batu akik, melainkan batu satam. 

Batu satam merupakan batu yang ditemukan di tambang timah. Menurut Eksa, ini merupakan batu meteor yang pecah dan jatuh ke tambang timah.

"Satam merupakan kepanjangan dari empedu hitam," katanya.

Salah seorang pedagang batu satam, Rahman mengatakan batu ini memiliki gelombang elektromagnetik positif dan sangat baik untuk terapi kesehatan.

"Karena dia jauh lebih bagus daripada batu-batu turmalin atau batu-batu yang memiliki energi yang lain," kata Rahman yang sudah berjualan batu satam selama lebih dari tiga tahun ini kepada Kompas.com, Sabtu (9/11/2019).

Rahman melanjutkan, batu ini hanya dapat ditemukan di tambang timah Belitung. Ia mengatakan batu satam itu ditemukan oleh penambang China sekitar abad ke-17. 

Batu satam juga dikenal sebagai batu empedu ular atau berlian hitam.

Rahman menjual batu satam ini mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 200.000. Batu satam terdiri dari beragam jenis yaitu kating, poles, dan original.

Untuk menuju ke Danau Kaolin, pengunjung harus menggunakan bus Damri dari bandara. Menurut Eksa, di Belitung tidak memiliki transportasi publik. Namun, tidak usah bingung, di Belitung juga sudah ada ojek online yang mampu mengantarmu ke manapun.

Bus Damri yang disediakan bandara juga tidak dipungut biaya. Hal ini untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke Belitung.

Setiap perjalanan di Belitung tidak dihitung secara kilometer, namun dari jarak per menit. Hal ini karena tidak adanya kemacetan di Belitung, bahkan setiap perjalanan bisa ditempuh tepat waktu.

Ditambah pula akses fasilitas dan infrastruktur ke Danau Kaolin sudah tertunjang, membuat kamu bebas ke danau bekas tambang ini kapan saja.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Belitung yang Dijamin Awet

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com