4 Atraksi Wisata di Festival Loksado 2019 yang Memikat Wisatawan

Kompas.com - 26/11/2019, 21:00 WIB
Lanting Paring di Festival Loksado 2019 Dok. KemenparekrafLanting Paring di Festival Loksado 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelihaian para joki mengendalikan Lanting Paring melewati jeram Sungai Amandit jadi atraksi utama saat Festival Loksado 2019 pada 22-24 November 2019.

Lanting Paring adalah rakit bambu khas masyarakat Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Menurut Kadispora dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan, M Arliyan Syahrial, Lanting Paring punya sejarah sendiri.

Baca juga: Air Terjun Haratai, Magnet Wisata Loksado

"Dulu, Lanting Paring disebut digunakan para leluhur sebagai media transportasi air guna membawa hasil kebun dari hulu ke hilir untuk dijual memenuhi kebutuhan mereka," kata Syarial.

Para leluhur bisa menempuh perjalanan sampai satu hari penuh dari hulu ke hilir membawa hasil kebun mereka seperti getah karet, pisang, dan lainnya.

Setelah tiba di hilir, bambu-bambu rakit tersebut dijual ke pengrajin bambu. Lalu pulang ke hulu kembali dengan berjalan kaki.

Festival Loksado 2019Dok. Kemenparekraf Festival Loksado 2019
"Karena latar belakang konten budaya berpadu dengan alam itulah, akhirnya Festival Loksado diusung sebagai event tahunan dan atraksi untuk menarik wisatawan kesini," kata Arliyan.

Tak hanya itu, atraksi budaya yang disajikan dalam rangkaian Festival Loksado 2019 pun terbilang unik.

Festival Loksado merupakan bagian dari 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kali ini memasuki tahun ke-2.

"Dalam dua tahun belakangan ini, selain menyiapkan sebanyak 70 lanting paring, ada beberapa atraksi pendukung, yakni, sajian Mahumbal, Madihin, dan Kurung-kurung," katanya.

Baca juga: Obyek Wisata Loksado Meratus Aman Dikunjungi

Sajian Mahumbal adalah kuliner khas masyarakat Hulu Sungai Selatan berbahan dasar beras yang ditaruh di dalam daun pisang ditambah sayuran ataupun lauk daging yang dimasak menggunakan bambu.

Sementara itu, Madihin adalah sebuah genre puisi dari suku Banjar yang berasal dari kata madah dalam bahasa Arab yang berarti nasihat, tetapi bisa juga berarti pujian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X