Kisah Manusia Patung di Kota Tua Jakarta, Penuh Suka dan Duka

Kompas.com - 28/11/2019, 06:46 WIB
Salah satu patung manusia silver di Kota Tua yang sedang beraksi menghibur pengunjung Kompas.com / Gabriella WijayaSalah satu patung manusia silver di Kota Tua yang sedang beraksi menghibur pengunjung


JAKARTA, KOMPAS.com - Bila pernah mengunjungi Kota Tua Jakarta pasti tidak asing melihat manusia patung. Mereka adalah orang yang mencat tubuh dengan warna metalik, dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Terkadang mereka juga mengunakan kostum unik atau berdandan seperti karakter pahlawan. Tujuannya berdandan seperti itu agar wisatawan mau berfoto dengan mereka dan membayar setelah berfoto bersama.

Layaknya patung, manusia patung tidak akan berbicara atau bergerak saat wisatawan berfoto bersama mereka. Namun menjadi seorang patung hidup memiliki cerita tersendiri dalam menghibur pengunjung.

Baca juga: 7 Kegiatan Seru di Kota Tua Jakarta, Liburan Murah Meriah

“Suka dikelitikin kenapa kok tidak gerak-gerak, atau dicubit-cubit biar bergerak , ada yang sampai histeris ketakutan biasanya cewek-cewek itu. Apa lagi pas kita baru dandan, lalu jalan dari rumah ke Kota Tua. Itukan jalan nih lalu ada ewek di depan, kita lewat dari belakangnya itu pasti teriak,” jelas salah satu manusia patung Richak di Kota Tua, Jakarta Rabu (27/11/2019).

Hari itu Richak memeragakan karakter monumen batu penjual buah. Ia harus mengecat sekujur tubuhnya dengan warna silver. 

“Suka dukanya ya pasti merasa capek, pegel gitu berdiri tiap hari panas-panasan, kalau hujan kehujanan. Tapi ya harus bertahan terus diposisi yang sama,” jelas Richak yang telah menekuni bidang tersebut selama empat tahun.

Baca juga: Jelajah Museum Sekitar Kota Tua dalam Sehari, Ada Apa Saja?

Lalu juga ada cerita dari Yusuf yang saat ditemui ia menjelma menjadi patung tentara Belanda. Dengan kostum dan wajah diberi warna emas ia menceritakan ketika seorang anak menangis memintanya dibawa pulang ke rumah sebagai buah tangan.

“Ada anak kecil yang nangis minta saya buat dibawa pulang ke Medan, katanya saya lucu ‘mami mami ini omnya dibawa pulang’ gitu,”jelas Yusuf.

Yusuf juga piawai dalam menirukan suara layaknya bunyi tembakan yang unik dan melakukan aksi pantomim jika ada orang yang ingin berfoto dengannya.

Ia juga terkadang tergerak hatinya jika melihat pengunjung yang ingin berfoto tetapi tidak bisa memberikan upah kepadanya.

“Ada kadang anaknya kepengen foto tapi tidak punya uang jadi orang tuanya tidak biarin foto. Tapi akhirnya saya bilang ‘sudah tidak apa-apa bu, saya juga tidak harus dibayar’ lalu anaknya bisa foto,” paparnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X