Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/12/2019, 17:02 WIB

Tak hanya itu, pada pameran ini, pengunjung juga dapat melihat narasi dari Orang Laut atau Suku Laut. Suku ini merupakan suku yang hidup mengelompok dalam beberapa perahu yang ditambatkan pada perairan dangkal dan teluk-teluk yang berair tenang.

Suku Laut beranggapan, jika darat adalah tempat bagi orang yang sudah mati. Maka dari itu mereka lebih memilih tinggal dan hidup di perairan.

"Ini kita kasih gambaran kalau orang Indonesia itu ada Suku Lautnya, tinggal di laut, dan itu ada di beberapa daerah, yang paling terkenal itu Suku Bajo di Sulawesi," jelasnya.

Firman menambahkan, jika Indonesia memiliki dua Suku Laut atau Orang Laut yaitu di Suku Bajo dan Kepulauan Riau.

Meski begitu, diakui Firman, sampai saat ini belum ada penelitian yang mengetahui asal mula hadirnya Suku Bajo di Indonesia.

Narasi yang ada di pameran mengatakan Suku Laut ini berasal dari Suku Melayu juga, namun Melayu yang hidup secara nomaden. Mereka dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan pengaruh ajaran Islam yang menyebar lewat lautan dan perdagangan.

Suasana pameran perahu tradisional Nusantara di Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).Nicholas Ryan Aditya Suasana pameran perahu tradisional Nusantara di Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Rata-rata pengunjung pameran didominasi anak-anak sekolah yang ingin belajar tentang perahu tradisional.

Adapun Kompas.com bertemu dengan Gema, Gwen, dan Sherina yang sama-sama pelajar kelas 2 SMA dan berkunjung ke pameran untuk membuat tugas dari sekolahnya.

Mereka mengatakan ditugaskan oleh gurunya untuk berkunjung ke beberapa museum di berbagai daerah seperti Jakarta, Semarang, Bogor, dan lainnya.

"Nah kami itu diundi dan dapatnya di Museum Bahari. Ya kami pengen lihat sejarah-sejarahnya perahu, terus buat apa. Ya biasa ke museum gara-gara sekolah, sekolah suka adain field trip ke museum. Pengen dapetin sejarah lokal sih di pameran ini," ujar Gwen (16) kepada Kompas.com.

Pengunjung yang merupakan pelajar, Gwen dan Sherina (16), berfoto di atas spot perahu di Pameran Perahu Tradisional Nusantara, Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (30/11/2019). Pengunjung juga bisa berfoto di spot ini, bergaya seperti tengah berlayar dengan perahu.Nicholas Ryan Aditya Pengunjung yang merupakan pelajar, Gwen dan Sherina (16), berfoto di atas spot perahu di Pameran Perahu Tradisional Nusantara, Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (30/11/2019). Pengunjung juga bisa berfoto di spot ini, bergaya seperti tengah berlayar dengan perahu.

Pengunjung bisa melihat beragam hal tentang perahu tradisional Nusantara di Museum Bahari yang beralamat di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pameran berlangsung sejak 23 November 2019 hingga 22 Desember 2019. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Museum Bahari untuk dapat melihat pameran, harganya untuk pengunjung dewasa Rp 5.000, mahasiswa Rp 3.000, dan pelajar Rp 2.000.

Jam operasional pameran ini mengikuti Museum Bahari yaitu mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Pengunjung dapat menikmati pameran setiap harinya kecuali hari Senin karena digunakan Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta untuk perawatan museum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Hari Ini, Lion Air Buka Penerbangan Umrah Balikpapan-Madinah

Travel Update
Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Tjong A Fie Mansion, Rumah Megah Saudagar China yang Jadi Tempat Wisata di Kota Medan

Jalan Jalan
9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

9 Larangan di Solo Safari, Ketahui Sebelum Berkunjung

Travel Tips
Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Kereta Panoramic Beroperasi Lagi Februari 2023, Ini Jadwalnya

Travel Update
Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Bertualang bareng Doraemon dan Nobita di Universal Studios Jepang, Mulai 23 Februari 2023

Travel Update
Citilink Kembali Operasikan Pesawat Rute Halim Perdanakusuma-Cepu

Citilink Kembali Operasikan Pesawat Rute Halim Perdanakusuma-Cepu

Travel Update
6 Pusat Batik Cirebon, Pengunjung Bisa Belanja Oleh-oleh 

6 Pusat Batik Cirebon, Pengunjung Bisa Belanja Oleh-oleh 

Jalan Jalan
Lokasi Solo Safari, Mudah Dijangkau meski di Pinggiran Kota Solo

Lokasi Solo Safari, Mudah Dijangkau meski di Pinggiran Kota Solo

Travel Tips
Kereta Api Pertama di Sulawesi Rute Makassar-Parepare Resmi Beroperasi

Kereta Api Pertama di Sulawesi Rute Makassar-Parepare Resmi Beroperasi

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Solo Safari, Wisata Terbaru di Kota Solo

Harga Tiket dan Jam Buka Solo Safari, Wisata Terbaru di Kota Solo

Travel Tips
6 Aktivitas di Semesta's Gallery Jakarta Selatan, Mewarnai dan Piknik

6 Aktivitas di Semesta's Gallery Jakarta Selatan, Mewarnai dan Piknik

Jalan Jalan
Mulai 7 Februari, Spanyol Bolehkan Lepas Masker di Kendaraan Umum

Mulai 7 Februari, Spanyol Bolehkan Lepas Masker di Kendaraan Umum

Travel Update
7 Aktivitas di Situ Cipondoh Tangerang, Bisa Naik Perahu dan Olahraga

7 Aktivitas di Situ Cipondoh Tangerang, Bisa Naik Perahu dan Olahraga

Jalan Jalan
Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Dibuka

Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Akan Dibuka

Travel Update
Jambi Bakal Kembangkan 7 Kampung Wisata pada 2023

Jambi Bakal Kembangkan 7 Kampung Wisata pada 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+