Kue Bika Khas Minang, Kue "Neraka" Rasa "Surga"

Kompas.com - 02/12/2019, 16:00 WIB
Kue bika, Bika Talago, Koto Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAKue bika, Bika Talago, Koto Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat.

TANAH DATAR, KOMPAS.com - Ada banyak istilah penamaan untuk sebuah makanan. Biasanya, sebutan itu representasi rasa, proses atau tempat.

Nah, kue bika adalah salah satu contohnya. Makanan Minang ini memiliki sebutan unik, kue neraka rasa surga.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel) on Dec 2, 2019 at 12:55am PST

Pemandu wisata sekaligus Ketua Dewan Kode Etik Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat Soni Erizon menceritakan cerita di baliknya.

"Penamaan itu datang dari pengunjung yang melihat proses pembuatan dan mencicipi kue bika," kata Soni kepada Kompas.com, Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Cerita di Balik Tradisi Kuliner Minang yang Memikat

Pembuatannya camilan Minang ini boleh dibilang cukup unik. Setelah adonan kue berbahan dasar tepung beras, air kelapa dan gula pasir siap--maka proses selanjutnya adalah memasak.

Adonan akan dimasukan ke dalam kuali masak tempo dulu yang terbuat dari tanah liat. Di dalam kuali lebih dulu diletakkan daun pisang sebagai alas adonan yang dicetak melingkar.

Baca juga: Makanan Minang, Strategi Atta Halilintar Hemat Biaya Makan di Luar Negeri

Nah, penamaan "neraka" tak lepas dari proses memasak kuliner Minang satu ini. Ada satu kuali lagi berisi kayu bakar dengan api menyala yang diletakkan di atas kuali berisi adonan. 

Proses pembuatan kue bika, Bika Talago, Tanah Datar, Sumatera Barat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Proses pembuatan kue bika, Bika Talago, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Dari situ lah penamaan neraka untuk kue bika.

Lantas, bagaimana penyebutan "surga" untuk masakan Minang satu ini?

Baca juga: 5 Tips Penting Saat Datang ke Festival Boba

Adalah rasa kue bika yang memang mewakili. Saat dicicip, terutama sesaat baru selesai dimasak, rasanya akan memanjakan lidah.

Rasa kelapa akan terasa dengan campuran rasa manis gula pasir. Sementara tepung beras membuat kue terasa sedikit mengenyangkan jika makan lebih dari satu.

Baca juga: Menggali Rasa di Ranah Minang

Kalau kamu mau rasa lain, kue bika ada pilihan, salah satunya pisang. Pilihan rasa ini memberikan sensasi dan warna berbeda.

Kedai Bika Talago, Koto Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Kedai Bika Talago, Koto Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Nah, jika mau mencicip rasanya, kue bika dijajakan di sekitar Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Koto Baru, Tanah Datar. 

Salah satu kedai kue bika yang sohor dan menarik untuk dicoba adalah Bika Talago. Di sini kamu tak sekadar menikmati kue bika seharga Rp 7.000, juga pemandangan semacam telaga di baliknya. 

Baca juga: Bersepeda Sambil Nikmati Alam dan Budaya Minang di Tour de Singkarak 2019

Tertarik untuk mencicip?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X