Kisah Relawan Pendamping, Temani Penyandang Disabilitas Wisata di Jakarta Seharian

Kompas.com - 04/12/2019, 07:04 WIB
Icha (21), penyandang disabilitas harus turun dengan dituntun relawan di Terowongan Penyeberangan Orang, Kota Tua, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Hal ini dikarenakan lift prioritas yang tak kunjung difungsikan. Nicholas Ryan AdityaIcha (21), penyandang disabilitas harus turun dengan dituntun relawan di Terowongan Penyeberangan Orang, Kota Tua, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Hal ini dikarenakan lift prioritas yang tak kunjung difungsikan.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi relawan pendamping bagi penyandang disabilitas merupakan kali pertama bagi Siregar (40).

Selasa (3/12/2019) Siregar bertugas mendampingi penyandang disabilitas mulai dari naik transportasi umum hingga ke taman bermain.

Pria yang berprofesi sehari-hari sebagai seorang agen perjalanan ini mengaku tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional, dengan cara ikut menjadi relawan di acara yang digagas Wisata Kreatif Jakarta.

Baca juga: Hari Disabilitas Internasional, Penyandang Disabilitas Wisata Keliling Jakarta dengan Transportasi Umum

"Sebelumnya saya belum pernah, tapi ini kan bentuk dari saatnya kita tidak menunggu diberi tapi inilah waktunya untuk memberi, lebih momennya ke sosial aja. Ini bentuk terima kasih saya, senang aja mereka bisa sukacita sama-sama dengan kita, ada nuansa baru yang bisa mereka rasakan," kata Siregar kepada Kompas.com di tengah perjalanan menggunakan bus City Tour Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Sejak awal bertemu, Siregar tampak selalu mendampingi penyandang disabilitas bernama Icha (21). 

Penyandang disabilitas masih harus digendong atau diangkat ketika menuruni tangga Terowongan Penyeberangan Orang menuju halte TransJakarta Kota, Selasa (3/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Penyandang disabilitas masih harus digendong atau diangkat ketika menuruni tangga Terowongan Penyeberangan Orang menuju halte TransJakarta Kota, Selasa (3/12/2019).

"Icha ini kalau dilihat orangnya pemberani, semangat terus, gak ada takutnya. Dia kan juga youtuber kalau gak salah. Dia salah satu inspirasi saya, dari tadi aja di Dufan kan dia nyari wahana yang ekstrem terus," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kesan pesan selama mendampingi, Siregar mengatakan ada banyak yang mereka sampaikan. Salah satunya tentang kebersamaan, dan soal fasilitas ramah disabilitas.

"Ada nuansa baru yang mereka rasakan, karena mereka sependeritaan, sepenanggungan, dan mereka menemukan teman yang sepadan. Ditambah lagi momen bersama-sama, dan yang kedua, mereka bisa rasakan dengan keterbatasan mereka, Jakarta saat ini seperti apa, lalu peran pemerintah terhadap mereka seperti apa," tambahnya.

Baca juga: Hari Disabilitas Internasional, Ini Rangkaian Peringatannya di Indonesia

Sebagai relawan yang mengikuti acara ini, Siregar mengakui pemerintah belum serius memerhatikan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Ia mencontohkan ketika lamanya lift prioritas di Terowongan Penyeberangan Orang di Kota Tua yang tak kunjung rampung.

Siregar (40), tampak mendorong kursi roda Icha di halte TransJakarta Kota, Jakarta, Selasa (3/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Siregar (40), tampak mendorong kursi roda Icha di halte TransJakarta Kota, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Bagaimana Indonesia?

Pariwisata Dunia Dipredksi Pulih 10 Bulan Pasca Wabah Corona, Bagaimana Indonesia?

Whats Hot
Ada PSBB di Jakarta, 7 KA Jarak Jauh Kurangi Jam Operasional

Ada PSBB di Jakarta, 7 KA Jarak Jauh Kurangi Jam Operasional

Whats Hot
Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?

Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Rp 50.000 di Kos saat Karantina | Dalgona Matcha

[POPULER TRAVEL] Rp 50.000 di Kos saat Karantina | Dalgona Matcha

Whats Hot
Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan

Izin Pendakian Gunung Everest Ditangguhkan, Sherpa Tidak Punya Pendapatan

Whats Hot
Hari Hachiko, Warga Diimbau Stop Kenakan Masker ke Patung Hachiko

Hari Hachiko, Warga Diimbau Stop Kenakan Masker ke Patung Hachiko

Jalan Jalan
Kabar Gembira di Tengah Pandemi Covid-19: Pegunungan Himalaya Terlihat dari India

Kabar Gembira di Tengah Pandemi Covid-19: Pegunungan Himalaya Terlihat dari India

Whats Hot
Cara Membuat Dalgona Milo Tanpa Pakai Emulsifier

Cara Membuat Dalgona Milo Tanpa Pakai Emulsifier

Makan Makan
Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Tidak Beroperasi Sampai 31 Mei 2020

Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu Tidak Beroperasi Sampai 31 Mei 2020

Whats Hot
Hari Hachiko, Menyelisik Kisah Anjing Setia di Jepang

Hari Hachiko, Menyelisik Kisah Anjing Setia di Jepang

Jalan Jalan
Cara Buat Dalgona Matcha, Cocok untuk Kamu yang Tidak Minum Kopi

Cara Buat Dalgona Matcha, Cocok untuk Kamu yang Tidak Minum Kopi

Makan Makan
Cara Membuat Dalgona Coffee Jumbo 7 Liter, Ingin Coba?

Cara Membuat Dalgona Coffee Jumbo 7 Liter, Ingin Coba?

Makan Makan
Cara Membuat Gula Aren Cair untuk Kopi, Hanya Butuh 2 Bahan

Cara Membuat Gula Aren Cair untuk Kopi, Hanya Butuh 2 Bahan

Makan Makan
Rp 50.000 untuk Satu Minggu di Kos Saat Karantina, Bisa Masak Apa Saja?

Rp 50.000 untuk Satu Minggu di Kos Saat Karantina, Bisa Masak Apa Saja?

Makan Makan
Alasan Orang China Sering Pakai Masker, Bagian dari Pengobatan Tradisional?

Alasan Orang China Sering Pakai Masker, Bagian dari Pengobatan Tradisional?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X