Kompas.com - 04/12/2019, 12:39 WIB
Taman Nasional Lorentz di Papua. Dok. ShutterstockTaman Nasional Lorentz di Papua.

JAKARTA, KOMPAS.COM – Google pada hari ini, Rabu (4/12/2019) menampilkan ilustrasi Taman Nasional Lorentz (TN Lorentz)  di laman pencarian.

Pada Google Doodle tersebut tampak ilustrasi burung beo pesquet yang jadi salah satu ikon fauna di TN Lorentz

Munculnya TN Lorentz di Google Doodle memperingati hari jadi taman nasional terluas di Asia Tenggara tersebut yang jatuh pada hari ini.

Luas TN Lorentz mencakup wilayah 10 kabupaten di Provinsi Papua ini bisa jadi tujuan wisata yang menarik untuk didatangi.

Pesona TN Lorentz seluas 2,4 juta hektar ini memang luas biasa. Dilansir dari laman Google Doodle, kawasan TN Lorentz membentang tepat di persimpangan dua lempeng benua yang bertabrakan.

Baca juga: Taman Nasional Lorentz Jadi Google Doodle, Ini Pesonanya

TN Lorentz memiliki beragam ekosistem, termasuk padang rumput, rawa, pantai, hutan hujan, dan Pegunungan Alpin yang di dalamnya terdapat gletser tropis yang langka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puncak Jaya Wijaya dan Lembah Baliem yang terkenal juga masuk ke dalam kawasan TN Lorentz.

Selain itu, ada juga wisata alam panorama bentangan es di Puncak Cartenz yang berada di ketinggian 4.760 – 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lalu ada juga Danau Habema yang terletak di Distrik Palebaga. Danau ini terletak di ketinggian 3.000 mdpl dan jadi salah satu spot alam menarik di sana.

Festival Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua, berlangsung 6-8 Agustus 2015.BARRY KUSUMA Festival Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua, berlangsung 6-8 Agustus 2015.

Tak hanya itu saja, TN Lorentz juga jadi rumah bagi beragam jenis flora dan fauna. Dilansir dari situs resmi TN Lorentz, berbagai fauna yang ada di dalamnya berasal dari berbagai macam kelas dan spesies yang jadi ciri khas dan endemik wilayah ini.

Ada sekitar lebih dari 42 jenis mamalia, yang 25 persen di antaranya adalah catatan baru bagi Papua dan dua spesiesnya adalah spesies baru.

Spesies baru tersebut salah satunya adalah kangguru pohon. Berbeda dengan kangguru yang biasa kita tahu, jenis ini berwarna hitam dan putih, bertubuh besar, dan ditemukan di daerah perbukitan.

Baca juga: Festival Lembah Baliem yang Mendunia

TN Lorentz juga merupakan habitat Daerah Burung Endemik (DBE) yang merupakan rumah bagi kurang lebih 45 spesies burung dengan sebaran terbatas. Sembilan di antaranya merupakan spesies endemik. Beberapa di antaranya adalah burung beo pesquets, burung nambur archbold, dan cendrawasih elok.

TN Lorentz merupakan kawasan konservasi yang termasuk sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Selain memiliki ragam hayati yang sangat melimpah, ada juga ragam budaya di sana yang sangat menarik untuk dilihat. Dilansir dari situs resmi TN Lorentz, kawasan tersebut merupakan tempat kediaman beberapa suku Papua.

Festival Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua, berlangsung 6-8 Agustus 2015.BARRY KUSUMA Festival Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua, berlangsung 6-8 Agustus 2015.

Diperkirakan kebudayaan yang ada di kawasan ini sudah berumur sekitar 30.000 tahun. Kawasan ini merupakan rumah bagi Suku Nduga, Suku Dani, Suku Amungme, Suku Sempan, dan Suku Asmat. Kebudayaan yang dimiliki suku-suku di sini sangat beragam dan menarik.

Misalnya, Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Suku tersebut juga identik dengan hutan dan pohon.

Bagi mereka, pohon melambangkan tubuh manusia, dengan dahan sebagai lengan, batang sebagai tubuh, dan buah sebagai kepala.

Berbagai hal yang terdapat di TN Lorentz ini bisa kamu nikmati lewat berbagai kegiatan. Misalnya pertunjukan kehidupan liar, pendakian Puncak Jaya disebut juga Carstensz Pyramid, dan atraksi budaya.

Pengunjung bisa berburu foto di sana dengan pemandangan alam yang indah.

Baca juga: 5 Wisata Alam Manokwari dan Papua Barat yang Bikin Jatuh Cinta

Tak hanya itu saja, ada juga Festival Lembah Baliem yang bisa kamu datangi. Festival ini merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Yali. Dalam festival ini, kita bisa melihat simulasi perang dan pertunjukan tarian khas suku mereka.

Festival ini diadakan setiap bulan Agustus dan biasanya bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, waktu berkunjung yang tepat di antaranya adalah saat adanya festival ini yaitu di bulan Agustus.

Untuk bisa mencapai TN Lorentz ini memang masih agak sulit. Salah satu jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Timika. Dari sana, kamu bisa menggunakan pesawat perints untuk menuju Kabupaten Panilia yang berada di bagian utara TN Lorentz.

Setelahnya, kamu harus menempuh perjalanan melalui jalur laut menuju pelabuhan Sawa Erma dan kemudian berjalan kaki ke beberapa lokasi.

Sementara dari Kota Wamena, kamu bisa mencapai bagian selatan taman nasional menggunakan mobil ke Danau Habema kemudian berjalan kaki ke Puncak Trikora.

Bagi kamu yang ingin berwisata ke kawasan ini, pastikan keadaan fisik cukup kuat. Pasalnya medan TN Lorentz masih terbilang murni dan tidak terprediksi keadaannya.

Selain itu terdapat juga pegunungan dengan medan yang cukup berat. Sehingga dibutuhkan fisik yang kuat untuk bisa menempuh medan di kawasan tersebut.

Baca juga: 4 Jenis Olahan Sagu dari Raja Ampat, Papua. Bukan Cuma Papeda



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Lion Air Beri Promo Gratis Bagasi 20 Kg untuk Semua Rute Domestik

Travel Promo
Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Turis Indonesia Dominasi Kunjungan ke TN Komodo pada Januari-Mei

Travel Update
Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Singapura Terapkan Perjalanan Bebas Karantina Mulai September 2021

Travel Update
Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Koral Restaurant Bali, Restoran Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor

Travel Update
Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Lebih Dari 1.100 Pekerja Wisata di Kota Batu Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Kampung Wisata Petak Enam Jadi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Travel Update
Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Cegah Varian Delta, Pengunjung Museum Smithsonian di AS Wajib Pakai Masker Lagi

Travel Update
Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Jadwal Operasional MRT Jakarta Mulai 2 Agustus 2021, Selang Waktu Lebih Lama

Travel Update
Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Phuket Tetap Sambut Turis Asing, tetapi Tutup untuk Pelancong Lokal Thailand

Travel Update
Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Pengaruh Selat Malaka bagi Sriwijaya, Jalur Perdagangan yang Jadi Rebutan

Jalan Jalan
Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Nasib Malang Sederet Fasilitas Bekas Olimpiade yang Terlupakan, Mana Saja?

Jalan Jalan
Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Nasib Sederet Tempat Bekas Olimpiade di Berbagai Negara yang Masih Digunakan, Seperti Apa?

Jalan Jalan
Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Bukit Cendana, Padang Savana Tempat Berburu Golden Sunset di Sumba

Jalan Jalan
Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Raden Patah, Keturunan Majapahit yang Mendirikan Kerajaan Demak

Jalan Jalan
Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X