Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Itinerary Wisata Akhir Pekan di Pasar Lama Tangerang

Kompas.com - 07/12/2019, 20:02 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Kawasan Pasar Lama Tangerang biasanya dikenal sebagai pusat kawasan kuliner. Selain itu, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat berkembangnya penduduk Cina Benteng. 

Hal itu menyebabkan banyak perpaduan budaya yang menarik di sini. Kawasan ini menyimpan beragam kekayaan budaya, sejarah, dan juga kuliner yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Berikut ini itinerary one day tour atau satu hari penuh yang bisa kamu lakukan kala berwisata seharian di Pasar Lama Tangerang.

Baca juga: Cara Menuju Pasar Lama Tangerang dan Lokasi Kantong Parkir

1. Sarapan pagi

Pagi hari di sini diramaikan dengan adanya pasar tradisional. Keunikan Pasar Lama dari pasar tradisional pada umumnya adalah banyak terdapat ciri khas orang Cina Benteng di sana.

Mulai dari berbagai jenis makanan non halal, kue-kue khas China seperti kue keranjang dan dodol khas Tangerang.

Jika lapar, kamu bisa sarapan dengan banyak pilihan makanan tidak mengandung babi di sini. Ada laksa benteng yang khas, bubur ayam selada, ketoprak, soto mie bogor, ketupat sayur, hingga bakmi ayam.

Baca juga: Laksa Benteng di Pasar Lama Tangerang, Kuah Medok Bikin Semangat Makan

2. Klenteng Boen Tek Bio

Setelah mengisi perut, kamu bisa memulai petualangan penelusuran sejarah kebudayaan cina benteng di sini. Klenteng Boen Tek Bio berada di tengah-tengah keriuhan pasar.

Terlihat mencolok dengan warna merahnya yang khas, klenteng yang sudah ada sejak tahun 1864 ini sampai sekarang masih aktif digunakan untuk ibadah orang Tionghoa.

Klenteng ini jadi rumah ibadah bagi tiga ajaran, yaitu Konghucu, Tao, dan Buddha. Kamu bisa berburu foto di sini sambil memperhatikan umat lalu lalang beribadah.

Pengunjung diperbolehkan mengambil foto di pelataran klenteng, asal tidak mengganggu umat yang sedang beribadah.

 

3. Es Bun Tin atau Es Podeng DP Varia

Es Bun Tin menjadi kedai es yang paling ramai di Pasar Lama TangerangKOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Es Bun Tin menjadi kedai es yang paling ramai di Pasar Lama Tangerang

Setelah berburu foto di Boen Tek Bio, tepat di seberangnya ada kedai es kecil bernama Es Bun Tin. Kedai es ini begitu legendaris karena dikenal memiliki varian es yang unik.

Di sini, berbagai macam es campur yang terdiri dari es serut dan campuran sirup serta topping bisa mengobati rasa haus dari panasnya Tangerang.

Harganya juga relatif murah, hanya sekitar Rp 10.000 - Rp 15.000 saja per porsi. Es Bun Tin buka Selasa - Minggu pukul 07.00 - 16.00 WIB.

Penjual es podeng DP VariaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Penjual es podeng DP Varia

Jika ingin variasi, kamu bisa menikmati es podeng legendaris DP Varia. Namanya begitu karena gerobaknya ada di depan toko kosmetik Varia.

Es podeng ini dibanderol dengan harga Rp 10.000. Segelas kecil es tradisional santan, lalu diberi topping roti, kacang hijau, jelly, alpukat, dan disiram kental manis coklat pasti terasa sangat nikmat dan segar.

4. Berburu oleh-oleh

Lapak pernak-pernik Imlek serbamerah di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Lapak pernak-pernik Imlek serbamerah di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.

Terkenal sebagai kawasan pecinan tentu saja banyak makanan khas kaum China Peranakan yang bisa kamu beli di sini. Favoritnya ada kue keranjang dan dodol khas Tangerang.

Selain itu, ada juga kecap SH yang dikenal sebagai kecap legendaris dari Tangerang. Kecap SH punya rasa yang berbeda dari kecap kebanyakan, ada sensasi gurih di balik rasa manis yang khas.

Baca juga: Eksis sebelum Indonesia Merdeka, Ini 5 Pabrik Kecap Manis Tertua

 

5. Museum Benteng Heritage

Sejumlah patung, guci dan benda berbahan keramik koleksi Museum Benteng Heritage di Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Sejumlah patung, guci dan benda berbahan keramik koleksi Museum Benteng Heritage di Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten.

Museum berjuluk “Pearl of Heritage” ini terletak di tengah-tengah keriuhan pasar. Agak tersembunyi di belakang para pedagang, berdempetan dengan rumah warga, dan jalanan pasar yang agak becek.

Berkunjung ke museum ini lebih enak saat siang hari ketika pasar sudah mulai sepi pedagang.

Museum ini berlokasi di rumah bergaya China yang sudah ada sejak abad ke-17. Museum ini didirikan oleh Udaya Halim sejak 2011 lalu.  Di dalamnya terdapat berbagai benda peninggalan Cina Benteng yang menunjukan jejak sejarah mereka di Tangerang.

Untuk bisa masuk ke museum ini pengunjung dikenakan biaya Rp30.000 sudah termasuk tur dengan pemandu.

6. Masjid Jami Kalipasir

Masjid Jami Kalipasir peninggalan sejarah di TangerangKompas.com / gabriella wijaya Masjid Jami Kalipasir peninggalan sejarah di Tangerang

Menjelang sore, kamu bisa berkunjung ke Masjid Jami Kalipasir. Masjid yang tertua di Tangerang ini jadi salah satu simbol kerukunan beragama antara kaum China Benteng dan kaum Muslim Tangerang.

Masjid ini punya corak China yang cukup kental dengan adanya menara yang bentuknya mirip pagoda. Masjid ini terletak di seberang bantaran Sungai Cisadane. Dihimpit oleh padatnya rumah warga, membuat masjid ini tak lagi memiliki halaman.

Baca juga: 3 Tempat Wisata Bersejarah di Pasar Lama Tangerang

7. Kuliner malam

Pedagang sempol yang dikerubungi pelanggan saat berjualan di Pasar Lama Tangerang Pedagang sempol yang dikerubungi pelanggan saat berjualan di Pasar Lama Tangerang

Setelah dibuat lelah berkeliling kawasan Pasar Lama, kamu bisa berburu kuliner di kawasan kuliner malam. Kawasan ini dibuka di sepanjang Jalan Kisamaun. Jika hari Sabtu malam, maka jalan raya biasanya akan ditutup untuk kendaraan bermotor.

Di sini banyak sekali kuliner yang bisa kamu dapatkan. Mulai dari yang berat-berat semacam sate, bubur, nasi goreng, bakmi, hingga aneka seafood. Ada juga camilan seperti sempol, lumpia semarang, telur gulung, bola ubi, sate cumi, dan masih banyak lagi.

Aneka minuman segar seperti jus dan es juga bisa kamu beli di kawasan kuliner ini. Harga makanan dan minuman di sini bervariasi, antara Rp 5.000 - Rp 35.000.

Kawasan ini mulai aktif pukul 17.00 WIB dan jika waktu makin malam, maka pengunjung pasti makin ramai.

Baca juga: 10 Makanan yang Dijual Saat Malam di Pasar Lama Tangerang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com