Cara Jastip yang Legal, Sesuai Peraturan Ditjen Bea dan Cukai

Kompas.com - 10/12/2019, 21:06 WIB
Sejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus 26 upaya penyelundupan selama bulan Januari dan Februari 2018 oleh Bea Cukai Banten di Kantor Bea Cukai Banten, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (06/03/2018). Sejumlah barang yang diselundupkan diantaranya 7.743 potong produk tekstil, 2.903.960 batang hasil tembakau, 14.940 botol minuman keras lokal dan 13.884 botol minuman keras impor. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus 26 upaya penyelundupan selama bulan Januari dan Februari 2018 oleh Bea Cukai Banten di Kantor Bea Cukai Banten, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (06/03/2018). Sejumlah barang yang diselundupkan diantaranya 7.743 potong produk tekstil, 2.903.960 batang hasil tembakau, 14.940 botol minuman keras lokal dan 13.884 botol minuman keras impor.


JAKARTA, KOMPAS.com - Jasa titip atau jastip saat ini marak dilakukan saat seseorang berlibur. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, peribahasa tersebut cocok mengambarkan alasan banyak yang membuka jastip.

Sayangnya banyak pelaku jastip yang kurang paham atas peraturan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia. Ada juga yang paham dan kucing-kucingan alias menyiasati berbagai cara agar terbetas dari pajak saat tiba di Indonesia.

Baca juga: Modus Jastip Luar Negeri Ilegal yang Hindari Pajak, Jangan Dicontoh

Selama ini pemerintah telah menetapkan batas pembebasan bea masuk dan pajak impor (de minimalis value).

Dikutip dari Instagram resmi Ditjen Bea Cukai RI @beacukairi menyatakan, khusus barang bawaan penumpang untuk keperluan pribadi diberikan pembebasan sebesar 500 dollar AS per penumpang atau sekitar Rp 7 juta.

Pembebasan ini diberikan hanya untuk barang keperluan pribadi.

Baca juga: Doyan Shopping? Ini 7 Kota Mode yang Cocok untuk Wisata Belanja

Dilansir dari website resmi Bea Cukai, ketentuan membawa barang-barang dari luar negeri telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman. Regulasi ini menggantikan ketentuan yang sebelumnya diatur dalam PMK No. 188/PMK.04/2010.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X