Kompas.com - 11/12/2019, 06:36 WIB
Yule Log atau buche de noel merupakan kue dari Perancis, yang menyimbolkan kehangatan di saat Natal. KOMPAS.com/RENI SUSANTIYule Log atau buche de noel merupakan kue dari Perancis, yang menyimbolkan kehangatan di saat Natal.

JAKARTA, KOMPAS.com – Natal sebentar lagi tiba. Hari raya ini selalu identik dengan banyak hal, tapi satu yang tak mungkin hilang adalah kaitan antara ritual Natal dan makanan. Salah satu makanan khas Natal adalah kue yule log.

Kue yule log atau bûche de Noël makana manis populer untuk momen Natal. Kue ini berbentuk seperti batang kayu besar dengan dekorasi menyerupai hutan mini yang indah.

Kue Yule Log ternyata memiliki sejarah panjang sebelum identik dengan perayaan Natal.

Dilansir dari History.com, nama Yule Log sendiri berasal dari tradisi yule log atau membakar batang kayu besar yang dilakukan keluarga di Eropa pasca musim dingin.

Konon, tradisi membakar yule log ini sudah ada sejak zaman besi di Eropa, sebelum abad pertengahan.

Baca juga: Sajian Menggoda Camilan Natal dan Tahun Baru

Saat itu, orang Celtic dan Gaelic akan merayakan berakhirnya musim dingin pada akhir Desember. Untuk menyambut musim semi yang akan datang, keluarga akan membakar batang kayu besar yang sudah dihiasi dengan holly, buah pinus, dan terkadang disiram anggur juga garam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah dibakar, abu dari kayu besar tersebut biasanya dikumpulkan dan jadi barang komoditi berharga karena dianggap punya kemampuan mengobati dan menjaga pemiliknya dari roh jahat.

Masih dilansir dari History.com, tradisi yule log ini terus berlanjut ketika agama Kristen mulai datang. Keluarga mulai membakar yule log khusus pada malam Natal.

Namun, tradisi tersebut mulai berkurang kala batang kayu besar yang cocok untuk tradisi ini mulai sulit ditemukan. Maka dari itu, terciptalah tradisi baru yang dinilai lebih mudah dan murah, yaitu mengubahnya jadi tradisi membuat kue.

Dipercaya tradisi membuat kue yule log muncul pada tahun 1600-an. Namun para pembuat kue dari Paris mulai benar-benar mempopulerkannya pada abad ke-19 dengan memperkenalkan berbagai dekorasi unik untuk kue yule log.

Kue yule log bisa dicoba di Indonesia

Kue Yule Log yang jadi salah satu sajian di paket makan spesial Natal dan Tahun Baru di Sheraton Grand Hotel Jakarta Gandaria CitySYIFA NURI KHAIRUNNISA Kue Yule Log yang jadi salah satu sajian di paket makan spesial Natal dan Tahun Baru di Sheraton Grand Hotel Jakarta Gandaria City

Kue yule log yang menarik ini ternyata bisa ditemukan di Indonesia. Saat momen Natal hotel-hotel di Jakarta menyajikan yule log sebagai sajian spesial Natal. 

Salah satunya di Anigre Restaurant Sheraton Grand Hotel Jakarta Gandaria City.

Kue yule log og di sini ternyata terlihat sangat otentik. Menurut Chef Anigre Restaurant, Anton Sulistiana, cara pembuatan Yule Log ternyata cukup sederhana. Kue dasar yang akan dijadikan yule log merupakan kue bolu biasa yang dilapisi coklat ganache.

“Bolu coklat kita gulung untuk membentuk Yule Log. Dilapisi coklat ganache dulu di atasnya, lalu digulung. Lalu ditunggu sampai keras dan lapisan luarnya pakai coklat ganache lagi,” jelas Chef Anton.

Baca juga: Liburan Natal Bersama Frozen 2, 5 Hal Seru di Hong Kong Disneyland

Setelahnya, Yule Log yang sudah mengeras ini siap disajikan. Penyajiannya adalah dengan memotong ujung kue lalu ditempatkan secara vertikal. sehingga terlihat seperti batang pohon yang baru saja dipotong.

Selain ditata mirip batang pohon, di sekelilingnya pun diberi berbagai macam dekorasi cantik dengan taburan salju, miniatur pohon pinus, dan miniatur jamur yang membuat kue ini seakan seperti kayu di hutan musim dingin.

Rasa dari kue Yule Log di Anigre Restaurant ini sangat nikmat. Biasanya kue semacam ini cenderung terasa terlalu manis yang akhirnya membuat pemakannya jadi mudah enek.

Namun ternyata, rasa dari kue Yule Log ini tak terlalu manis dengan sedikit rasa pahit nikmat khas biji cokelat.

Kue bolunya empuk dengan rasa coklat. Dilengkapi dengan manis dan pahitnya ganache cokelat yang jadi pelapis di bagian dalam dan luar kue.

“Kita pakai 50 persen dark chocolate dan 50 persen milk chocolate. Kalau aslinya kan pakainya kebanyakan dark chocolate. Tapi lidah orang Indonesia itu sukanya manis, jadi kita kombinasikan supaya cocok tapi tetap tidak terlalu manis,” ujar Anton.

Baca juga: 4 Pilihan Wisata di Banten untuk Long Weekend Natal dan Tahun Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.