Kompas.com - 14/12/2019, 07:02 WIB
Patung pencak silat di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2019). Museum ini sedang dalam tahap renovasi. Nicholas Ryan AdityaPatung pencak silat di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2019). Museum ini sedang dalam tahap renovasi.


JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia patut berbangga karena pencak silat masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada Kamis (12/12/2019).

Tepat di Jakarta Timur dekat Taman Mini Indonesia Indah, berdiri Padepokan Pencak Silat Indonesia yang memiliki museum di dalamnya.

Kompas.com berkesempatan mengunjungi museum ini pada Jumat (13/12/2019) siang. Cuaca panas khas Jakarta tak menyurutkan niat untuk bermain ke museum yang menyimpan berbagai benda pencak silat.

Kala itu sata menemui Kepala Perpustakaan dan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia sekaligus guru pencak silat aliran Cimande, Baworwulung (67).

Pria asli Jawa Barat ini bercerita bahwa bangunan ini sedang dalam tahap renovasi.

Baca juga: UNESCO Tetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Tak Benda Dunia

Miniatur patung ucapan terima kasih persatuan pencak silat seluruh indonesia di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur. Miniatur ini menggambarkan seorang murid pencak silat yang sedang berguru pada seorang sesepuh pencak silat.Nicholas Ryan Aditya Miniatur patung ucapan terima kasih persatuan pencak silat seluruh indonesia di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur. Miniatur ini menggambarkan seorang murid pencak silat yang sedang berguru pada seorang sesepuh pencak silat.

Pantas, ketika saya singgah tampak bangunan yang lengang dan tidak seperti museum pada umumnya. Beruntung, beberapa patung, foto-foto, dan buku perpustakaan yang identik dengan pencak silat masih dapat terlihat.

"Museum ini sebenarnya menyimpan gambar-gambar mulai dari aliran pencak silat, pengembangannya. Terus ada ruangan pameran di lantai dua, isinya senjata-senjata pencak silat, seperti tombak, keris, parang, badik, golok, dan rencong. Itu mewakili pencak silat di beberapa daerah di Indonesia," kata Bawor kepada Kompas.com.

Gedung museum yang menempati area seluas 5,2 hektar dari Padepokan Pencak Silat Indonesia ini memiliki tiga lantai yang meliputi ruang perpustakaan di lantai satu, museum di lantai dua dan tiga.

Baca juga: Asal Usul Pencak Silat di Indonesia

Foto-foto para Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dari masa ke masa di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Foto-foto para Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dari masa ke masa di Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2019).

Baik perpustakaan dan museum saling mendukung untuk berbagi informasi sesuai tema yang diusung museum yaitu pencak silat dalam kehidupan budaya masyarakat Indonesia.

"Museum ini memberikan riwayat pencak silat, mulai dari masa ketika manusia belum mengenal peradaban, ada juga foto-foto pas pencak silat mendunia lewat olahraganya," ujar Bawor.

Bangunan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia di Jalan Taman Mini Indonesia Indah 1, Pinang Ranti, Jakarta Timur.Nicholas Ryan Aditya Bangunan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia di Jalan Taman Mini Indonesia Indah 1, Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Jalan Jalan
Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Travel Update
5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

Jalan Jalan
6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

Travel Tips
Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Travel Tips
Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X