Kompas.com - 18/12/2019, 18:01 WIB
Pemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemandu wisata (berbaju batik) mengantarkan wisatawan asing berkeliling Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (31/1/2011).


JAKARTA, KOMPAS.com - Berlibur ke Yogyakarta tak lengkap rasanya bila belum ke Keraton Yogyakarta. Keraton yang bernama asli Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini terletak di pusat kota. 

Di kawasan Keraton Yogyakarta terpadat empat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, terdiri dari Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik.

Jika kamu belum pernah ke Keraton, sebaiknya perhatikan beberapa peraturan unik yang dibuat Keraton dan harus dipatuhi wisatawan. Meski terkesan unik, peraturan ini tidak boleh diabaikan para wisatawan.

Berikut peraturan di Keraton Yogyakarta yang harus dipahami dan dipatuhi wisatawan:

Baca juga: 5 Wisata Pantai Dekat Bandara Udara Internasional Yogyakarta

1. Berfoto dengan abdi dalem membelakangi Kedathon

Peraturan nomor satu ini sebenarnya tidak tertulis, namun ketika kamu mencoba untuk berfoto dengan abdi dalem lalu membelakangi bangunan keraton, maka kamu akan diperingatkan olehnya.

Keraton adalah simbol Raja, karena di sanalah tempat Raja dan keluarganya tinggal serta beberapa barang pusaka disimpan. Jika berfoto membelakangi keraton,  dianggap tidak sopan.

2. Selfie membelakangi Abdi Dalem

Berfoto selfie bersama abdi dalem boleh saja selama tidak membelakanginya. Hal ini juga berkaitan dengan ketidaksopanan.

Abdi dalem di Keraton Yogyakarta merupakan pegawai kerajaan yang terhormat, maka dari itu tidak boleh dibelakangi.

 

3. Menggunakan topi

Topi sebaiknya tidak perlu dibawa ketika kamu berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Meski cuaca panas sekalipun, hindari memakai topi di sini, karena kamu bisa dianggap tidak menghormati penghuni keraton.

Sementara itu, kamu bebas memakai kerudung ataupun peci karena kedua benda tersebut merupakan perangkat ibadah.

Banyak kejadian ketika wisatawan yang menggunakan topi dilarang masuk Keraton Yogyakarta. Mereka lalu menitipkan topi tersebut ke tempat penitipan barang atau memasukkannya ke dalam tas.

Baca juga: Tak Hanya Kota dan Pantai, Ini 5 Desa Wisata di Yogyakarta

4. Duduk sembarang tempat

Terdapat peraturan dilarang duduk di beberapa tempat area Keraton Yogyakarta. Maka dari itu, sebaiknya kita mematuhinya.

Tak hanya peraturan dilarang duduk, peraturan dilarang melintas pun juga ada di beberapa wilayah tertentu dan sudah tertulis jelas.

 

5. Menyentuh koleksi museum dan alat lain di keraton tanpa izin

Keraton Yogyakarta juga menyimpan barang-barang bersejarah. Sama seperti museum lainnya, koleksi dilarang disentuh. Begitu pula dengan perabotan keraton. Hal ini untuk meminimalisir kerusakan pada barang yang sudah berusia tua dan rapuh. 

6. Membawa kereta bayi, koper, atau yang beroda

Peraturan ini juga tidak tertulis, namun jika kamu mencoba membawa barang-barang tersebut pasti akan ditegur petugas Keraton.

Lagipula wilayah Keraton berupa undakan tangga dan pasir, sehingga membawa barang beroda juga tidak mendukung. Untuk itu titiplah ke petugas jika terpaksa membawa kereta bayi, koper, atau benda beroda. 

7. Izin Berfoto

Membawa kamera ke dalam Keraton akan dikenakan biaya Rp 1.000, hal ini termasuk juga kamera handphone.

Semua wilayah Keraton boleh difoto kecuali Museum Batik. Museum ini memiliki peraturan tertulis yang melarang pengunjung berfoto. Hal ini dikarenakan banyaknya benda keramat milik kerajaan yang berada di sana.

Baca juga: 5 Taman Rekreasi Anak di Sekitar Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Travel Tips
Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Travel Tips
Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Jalan Jalan
Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.