Belum Ada Izin, Kapal Pesiar Aqua Blu Seharusnya Tidak Bisa Masuk Raja Ampat

Kompas.com - 22/12/2019, 20:06 WIB

Merujuk pada perizinan kapal untuk melakukan perjalanan pariwisata, Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim, saat dihubungi Kompas.com, mengatakan bahwa Raja Ampat sebenarnya memiliki batasan soal kapal yang masuk.

“Raja Ampat membatasi kapal yang masuk ke sana karena daya dukung lingkungan tidak memungkinkan untuk terlalu banyak kapal masuk,” kata Yusuf, ketika dihubungi Kompas.com pada Sabtu (21/12/2019).

Kapal tersebut keluar dari alur pelayaran yang telah ditetapkan dan masuk ke alur pelayaran kapal kecil.

Baca juga: Kapal Pesiar Aqua Blu, Eks Kapal Perang yang Kandas di Raja Ampat

“Lokasi ini sebenarnya tidak termasuk dalam spot diving. Ini adalah alur pelayaran kapal kecil. Kenapa kapal besar bisa masuk? Sangat disayangkan bahwa terumbu karang yang selalu kami jaga jadi rusak lagi,” kata .

Yusuf mengatakan bahwa area sekitar Pulau Wayag merupakan spot andalan untuk menyelam. Akan tetapi, lokasi tempat kapal pesiar Aqua Blu kandas tidak termasuk dalam spot menyelam.

Meski begitu, lokasi tersebut tetaplah penting. Sebab, jika terumbu karang yang berada di lokasi itu rusak maka akan berpengaruh dan menggangu ikan di lokasi itu.

“Ikan yang tadinya memiliki rumah untuk berlindung, sekarang sudah rusak. Jadi ini saling mempengaruhi. Makanya masyarakat adat marah sekali karena itu,” kata Yusuf.

Yusuf menuturkan bahwa penyelidikan terhadap kerusakan terumbu karang masih berlanjut.

Ia mengatakan bahwa pihak Kabupaten Raja Ampat telah mengirim beberapa tim dan juga berkoordinasi dengan pemerintahan pusat.

Tim yang diturunkan tersebut memiliki tugas untuk memotret sejauh mana kerusakan terumbu karang yang diakibatkan oleh kandasnya kapal pesiar.

Hal tersebut dilakukan untuk mengukur seberapa besar kerugian dan seberapa parah kerusakan yang terjadi pada terumbu karang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.