Sejarah Gereja Santa Theresia Jakarta, Tak Lepas dari Gereja Katedral

Kompas.com - 24/12/2019, 21:02 WIB
Gereja Santa Theresia Kompas.com / Gabriella WijayaGereja Santa Theresia


JAKARTA, KOMPAS.com - Gereja di bawah lindungan Santa Theresia ini merupakan salah satu generasi Gereja Katolik pertama di Jakarta. Gereja ini terletak di Jalan Gereja Theresia Nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca juga: Berkunjung ke Gereja Berusia 271 Tahun di Jakarta Utara, Gereja Tugu

Pada tahun 1930 kota Batavia diperluas dengan mengembangkan kawasan Menteng dan Gondangdia. Umat Katolik yang tinggal di ke dua kawasan itu harus berjalan kaki cukup jauh bila akan mengikuti misa di Gereja Katedral.

Pengurus Gereja Katedral lalu mencari lahan sampai akhirnya ditemukan sebidang tanah di Jalan Soendaweg (sekarang Jalan. Gereja Theresia) untuk dibangun Gereja Katolik.

Pada 1933, arsitek asal Belanda J. Th. Van Oyen ditugaskan oleh pengurus Gereja Katedral Jakarta untuk membangun gedung gereja Santa Theresia.

Gereja tersebut dibangun tanpa tiang penyangga di tengah-tengah agar altar dapat terlihat dari segala arah.

Gereja bergaya Eropa ini selesai dibangun pada tahun 1934 dan diresmikan oleh Pastor A. Th. Van Hoof SJ, provicaris Jakarta.

Gereja Santa TheresiaKompas.com / Gabriella Wijaya Gereja Santa Theresia

Pastor Van Driel SJ kemudian ditetapkan sebagai pastor paroki Santa Theresia. Misa pertama di gereja Santa Theresia dipersembahkan oleh Romo Van Hoof SJ dan dilanjutkan dengan pemberkatan lonceng baru oleh Uskup Jakarta Mgr.H.Leven SJ.

Baca juga: Gereja Unik di Georgia, Terletak di Puncak Tebing Batu Curam

Saat memasuki Gereja ini bersama rombongan Wisata Bhineka Spesiap Natal, Jelajah Gereja Kuno, Sabtu, (21/12/2019) sangat kental dengan suasana Eropa.

Gereja dengan atap yang tinggi dan tidak memiliki penyangga menambah sejuk area dalam Gereja.

Dalam Gereja dihiasi dengan jendela kaca patri yang warna-warni. Sehingga saat cahaya menembus masuk Gereja, akan menghasilkan cahaya yang berbeda-beda.

Gereja Santa TheresiaKompas.com / Gabriella Wijaya Gereja Santa Theresia

Gereja Theresia mempunyai tiga pintu, di atas setiap pintu terdapat jendela besar.

Jendela besar di atas pintu utama menggambarkan Santa Theresia. Di atas pintu samping menggambarkan Santo Ignatius de Loyola (pendiri Serikat Jesus) dan Santo Fransiscus Xaverius (pelindung Misi).

Di belakang altar pun terdapat jendela yang ukurannya lebih kecil dari jendela-jendela yang disebutkan diatas, jendela-jendela kecil ini berjumlah 13. Di tengah menggambarkan Yesus dan kanan kirinya menggambarkan ke dua belas Rasul.

Gereja Santa Theresia ini juga memiliki ciri khas. Mereka masih menggunakan bahasa Inggris dalam Misanya.

"Di sini masih mempertahankan ibadah dengan menggunakan bahasa Inggris, karena masih banyak orang ekspatriat dari luar negeri," jelas Ira, pemandu wisata dalam rangkaian tur Wisata Bhineka Spesiap Natal, Jelajah Gereja Kuno, Sabtu, (21/12/2019).

Tepat di sebelah gereja terdapat Sekolah Katolik Santa Theresia. Hal ini membuat aktivitas di kawasan gereja terbilang ramai setiap hari. 

Baca juga: Unik, di Gereja Tugu Jakarta Ibadah Natal Diiringi Keroncong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X