Indahnya Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Kompas.com - 26/12/2019, 18:04 WIB
Toleransi dan kebebasan beragama. Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Otoritas Gereja Katedral di Jakarta selain menyediakan halaman gereja sebagai tempat parkir bagi warga muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARToleransi dan kebebasan beragama. Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Otoritas Gereja Katedral di Jakarta selain menyediakan halaman gereja sebagai tempat parkir bagi warga muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gereja Katedral dan Majid Istiqlal menjunung tinggi toleransi antar umat beragama. Dua tempat ibadah ini juga menjadi simbol indahnya toleransi beragama di Indonesia.

"Bukan hanya simbol dalam prakteknya juga melambangkan toleransi antar umat beragama. Jadi gereja ini jemaatnya dan para pengurusnya saling bantu membantu dengan Masjid Istiqlal," jelas Ira, pemandu wisata dalam rangkaian tur Wisata Bhineka Spesial Natal, Jelajah Gereja Kuno, Sabtu, (20/12/2019).

Baca juga: 7 Fakta Menarik Tentang Friedrich Silaban dan Masjid Istiqlal

Ira juga menceritakan, jika Lebaran yang jatuh pada hari minggu, pihak gereja meniadakan ibadah pagi dan diganti dengan membantu perayaan sholat ied.

Begitu pula pada Natal, jemaah Istiqlal sengaja meluangkan lahan parkir khusus untuk jemaah Gereja Katedral saat beribadah Natal.

Bahkan fasilitas lain seperti toilet di Masjid Istiqlal juga bisa dipakai dan disediakan bagi jemaah Gereja Katedral.

Aksi toleransi juga diwujudkan dengan menyelenggarakan buka bersama di dalam gereja. Pihak gereja akan mengundang jemaah Istiqlal dan masyarakat umum untuk masuk kedalam gereja dan berbuka puasa bersama.

Baca juga: Sejarah Gereja Santa Theresia Jakarta, Tak Lepas dari Gereja Katedral

Ketika masuk ke dalam area gereja akan menemukan patung Burung Garuda. Patung tersebut sebagai lambang, bahwa Gereja Katedral merupakan gereja yang menanamkan nilai-nilai Pancasila pada umatnya.

Selain itu jika masuk ke dalam Gereja Katedral, pengunjung akan menemukan patung Bunda Maria yang menggunakan baju dan kerudung yang khas Indonesia.

Bajunya memiliki motif batik dan gambar wayang, bagian kerudungnya terdiri dari warna merah dan putih. Selain itu di bagian dada Bunda Maria juga terdapat gambar burung garuda.

"Itu menyimbolkan jika Bunda Maria adalah Bunda dari setiap suku di Indonesia," papar Ira.

Baca juga: Gereja Sion, Gereja Berusia 324 Tahun di Jakarta

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X