Kompas.com - 27/12/2019, 08:03 WIB
Hutan pakis di pendakian Gunung Bismo via Silandak. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAHutan pakis di pendakian Gunung Bismo via Silandak.

Selain menghemat waktu, keuntungan lain naik ojek adalah juga menghemat energi dan membantu perekonomian masyarakat.

Masuk jalan setapak Gunung Bismo

Dari batas ojek, rute pendakian mulai memasuki jalan setapak. Sekitar 100 meter dari batas ojek, sampailah perjalanan di pos I dengan shelter sederhana di sana.

Selepas pos I, perjalanan mulai memasuki kawasan semak dan hutan Gunung Bismo. Kondisi jalan meski menanjak, tingkat kemiringannya masih cukup mudah dilalui.

Perjalanan pun akhirnya sampai di Pos II, yakni hutan pakis. Sesuai namanya, terdapat banyak tanaman pakis di sana.

“Kita seperti ada di zaman dinosaurus ya,” kata-kata pendaki asal Wonosobo, Muhammad Bahri Irawan yang menjadi teman pendakian Kompas.com saat itu.

Apa yang dikatakannya memang benar. Hutan pakis tersebut sekilas seperti hutan zaman prasejarah.

“Kurang dinosaurus-nya ini,” imbuh Irawan sambil tertawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendaki bisa berkemah di Pos II ini karena tersedia lahan datar yang cukup luas. Perlu diketahui,tempat berkemah pendakian Gunung Bismo via Silandak hanya diizinkan di Pos II dan Pos IV.

Bahkan saat cuaca buruk seperti hujan atau badai, tempat berkemah hanya diizinkan di Pos II saja demi keselamatan pendaki.

Usai Pos II, jalur pendakian masih berada di kawasan hutan yang cukup lebat. Kondisi jalur tetap menanjak, tetapi masih dalam batas wajar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.