Kompas.com - 28/12/2019, 10:09 WIB
Pengunjung berfoto bersama Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019). Liburan Natal dan Tahun Baru 2019/20 dimanfaatkan sebagaian masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPengunjung berfoto bersama Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019). Liburan Natal dan Tahun Baru 2019/20 dimanfaatkan sebagaian masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata.

JAKARTA, KOMPAS.com Kebun Binatang Ragunan di Jakarta Selatan cenderung ramai dikunjungi wisatawan saat musim libur tiba.

Meski tujuan berlibur tersebut adalah untuk santai dan membuat diri senang, akan tetapi kamu tidak boleh lengah begitu saja agar barang berharga yang kamu bawa tidak hilang.

Sebab, tidak hanya laporan anak yang terpisah dari orang tua, Pusat Pelayanan Informasi Ragunan juga kerap kali harus menginformasikan mengenai barang hilang.

“Ketika berkunjung ke Ragunan, lebih baik jangan menaruh barang penting di saku belakang. Taruhlah di saku depan. Selain itu, kalau menaruh barang penting di dalam tas, pastikan posisi tas berada di depan,” kata Staf Pelayanan Informasi, Wahyudi Bambang yang akrab disapa Bambang, ketika ditemui Kompas.com di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Bambang menambahkan bahwa tempat ramai memang tidak menutup kemungkinan akan terjadinya pencopetan.

Baca juga: Harga Tiket Masuk ke Ragunan, Ini Rinciannya

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, tips aman agar barang berharga tidak hilang adalah dengan menghindari tempat ramai yang memaksa kamu untuk berdesakan.

Tidak hanya barang hilang karena terjadinya pencopetan di keramaian, Bambang mengatakan bahwa di kebun binatang tersebut sempat beberapa kali pernah terjadi kasus hipnotis.

Maka dari itu, pengunjung selalu diberi imbauan untuk mawas diri dan perhatikan sekeliling.

Sebab jika kamu tidak mawas diri, kamu tidak akan sadar kalau kamu sedang dihipnotis dan kamu akan menyerahkan seluruh barang penting yang kamu bawa. Untuk menghindari hal tersebut kamu diimbau untuk tidak berjalan sendiri.

Berjalan dengan rombongan ketika sedang berkunjung ke Ragunan sangatlah disarankan. Tidak hanya agar kamu bisa saling menjaga, tetapi juga untuk menghindari terjadinya pencopetan.

Pengunjung menaiki salah satu wahana saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019). Liburan Natal dan Tahun Baru 2019/20 dimanfaatkan sebagaian masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Pengunjung menaiki salah satu wahana saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019). Liburan Natal dan Tahun Baru 2019/20 dimanfaatkan sebagaian masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata.

Ragunan juga memasang banyak CCTV di titik ramai yang rawan terjadi kasus pencopetan seperti tempat parkir kendaraan, bahkan di dalam masjid.

“Terkadang ada beberapa modus para pencopet menyamar jadi jemaah mesjid dan ikut shalat. Namun ketika korban sedang lengah, mereka langsung beraksi,” kata Bambang.

Tidak hanya itu, mereka juga mengambil langkah lebih jauh dengan menyediakan posko keamanan di setiap titik ramai, dan menaruh beberapa anggota kepolisian di sana.

Biasanya, para polisi yang sedang bertugas tersebut disamarkan dengan tidak mengenakan seragam. Dengan begitu, ketika ada korban pencopetan, mereka bisa langsung cepat tanggap.

Bambang juga menyarankan jika kamu mengalami kejadian seperti pencopetan atau hipnotis untuk segera berteriak.

Baca juga: Ada Metrotrans Gratis ke Ragunan Selama Libur Akhir Tahun, Begini Detailnya...

“Kami berharap pengunjung nanti berani (jika mengalami hal tersebut) dan jangan diam saja sehingga petugas yang berada di sana langsung sigap,” kata Bambang.

Sementara untuk menghindari kejadian pencopetan di masjid, Bambang menyarankan agar pengunjung melakukan shalat secara bergantian dan tidak bersama-sama. Dengan begitu, maka barang yang kamu tinggal akan aman dijaga oleh teman atau rombonganmu.

Meskipun mesjid merupakan tempat yang aman, namun menurut Bambang tetap saja akan ada orang-orang yang berbuat jahat di sana. Oleh karena itu, pengunjung harus selalu menjaga barang dan diri dengan baik.

“Ini yang sangat kami sayangkan. Tempat ibadah malah dijadikan tempat untuk melakukan kejahatan. Maka dari itu kami pasang CCTV sebagai respon dari pengunjung yang pernah mengalami hal itu,” kata Bambang.

Baca juga: Wisata Anak, 10 Aktivitas di Jakarta untuk Isi Liburan Sekolah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.