Kompas.com - 05/01/2020, 07:42 WIB

China dan Angola dari posisi paspor lemah, naik paling signifikan

Sementara itu, Angola dan China jadi dua negara dengan posisi terendah 10 tahun yang lalu dan pada 2019 ini berhasil membukukan peningkatan paling tinggi di antara negara lainnya.

Negara-negara Afrika lainnya juga tidak hanya berhasil membukukan kemajuan yang sangat pesat, tetapi juga berhasil keluar dari peringkat 10 terbawah dalam satu dekade terakhir.

Negara-negara seperti Angola, Burundi, Kepulauan Comoros, Djibouti, dan Guinea Khatulistiwa adalah sedikit di antaranya.

Namun tak semua negara berhasil membukukan kenaikan dalam peringkat. Ada juga negara-negara yang terpaksa turun peringkat bahkan hingga ke peringkat ketiga dari bawah. Negara tersebut adalah Suriah yang saat ini masih dilanda perang.

Baca juga: Inilah Paspor Terlemah di Dunia

Pada 2010, Suriah bahkan tidak masuk dalam daftar 10 terbawah. Hal itu membuktikan adanya korelasi antara situasi politik dan ekonomi suatu negara dengan kekuatan paspor mereka. Hal tersebut bisa dilihat juga terjadi pada Yaman, Palestina, dan Libya.

Negara-negara yang berada di posisi terbawah memang sebagian besar memiliki konflik perang dan kurang berkembang. 

Setahun terakhir, pertumbuhan di antara negara-negara yang mengadopsi visi global mengalami pertumbuhan kekuatan paspor yang cukup signifikan.

Uni Emirat Arab jadi salah satu yang menonjol, beserta lebih dari 12 negara memiliki angka pertumbuhan yang terus bertambah.

Sementara itu, negara-negara seperti Qatar, Rwanda, Ukraina, Makau, dan Indonesia mengikuti di belakangnya. Hal ini menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan signifikan dalam hal kekuatan paspor selama setahun terakhir.

Baca juga: Tips Lengkap Cara Membuat Paspor Anak 2019

Negara lain yang juga jadi salah satu negara dengan pertumbuhan paspor paling tinggi pada 2019 adalah Arab Saudi.

Tahun 2019 juga memiliki angka peningkatan yang cukup tinggi perihal kekuatan paspor dengan banyak negara yang menawarkan program-program Citizenship by Investment.

Salah satu keuntungan program ini adalah bisa memberikan kebebasan soal mobilitas global. Selain itu juga menunjukkan bahwa memiliki paspor yang kuat benar-benar bisa jadi tren global.

Peningkatan mobilitas global, menjadi salah satu penanda bahwa sebuah negara terus berkembang. 

Baca juga: Mengapa Hanya Ada 4 Warna Paspor di Dunia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Prnasia
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.