5 Alasan Kenapa Harus Kunjungi Museum Komodo dan Taman Reptil TMII

Kompas.com - 06/01/2020, 09:45 WIB
Dua patung komodo yang terdapat di pintu masuk Museum Komodo dan Taman Reptil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). kompas.com / Nabilla RamadhianDua patung komodo yang terdapat di pintu masuk Museum Komodo dan Taman Reptil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Mini Indonesia Indah ( TMII) identik dengan Danau Arsipel Indonesia, kereta gantung dan anjungan.

Namun, di balik wisata sohor itu, TMII justru punya tempat wisata lain yang menarik sekaligus edukatif--museum, salah satunya Museum Komodo dan Taman Reptil.

Kompas.com merangkum lima alasan kamu harus mengunjungi Museum Komodo dan Taman Reptil di TMII.

Baca juga: Melihat Buaya di Taman Mini Indonesia Indah

1. Menikmati kebun binatang mini

Meskipun bernama museum, Museum Komodo dan Taman Reptil merupakan sebuah kebun binatang mini yang dengan ciri khas bangunan komodo raksasa.

Tidak hanya berfungsi sebagai museum, tempat wisata tersebut juga memiliki 75 jenis reptil dengan total keseluruhan sebanyak 325 ekor.

Seluruh reptil tersebut sudah dapat kamu lihat mulai dari area luar museum di taman dekat loketm dan di dalam gua.

Gedung berbentuk komodo tersebut berada di tengah-tengah berbagai macam kandang reptil.

Baca juga: Mengintip Keindahan Gua di Pulau Kelayang

Oleh karena itu, sembari kamu mengelilingi gedung untuk melihat bentuk komodo raksasa, kamu juga bisa melihat beberapa kandang buaya, biawak, ular, dan kura-kura.

Kamu bisa memilih untuk melihat koleksi reptil yang berada di kandang kecil maupun kandang besar.

Bahkan, kamu juga bisa berinteraksi dengan beberapa reptil yang ada secara langsung seperti kura-kura buaya yang berada dekat amfiteater.

2. Mendapatkan Edukasi Khusus Seputar Ular

Penanganan gigitan ular berbisa kini telah memiliki cara baru yang lebih aman dan efektif yakni dengan melakukan bidai pada anggota tubuh yang terluka, Museum Komodo dan Taman Reptil, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Penanganan gigitan ular berbisa kini telah memiliki cara baru yang lebih aman dan efektif yakni dengan melakukan bidai pada anggota tubuh yang terluka, Museum Komodo dan Taman Reptil, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).
Museum Komodo dan Taman Reptil memiliki acara edukasi khusus mengenai penanganan ular berbisa dan tidak berbisa.

Meskipun biasanya acara edukasi khusus ini selalu diadakan di hari libur nasional seperti perayaan natal dan tahun baru, dan ulang tahun TMII, kini kamu tetap bisa mendapatkan edukasi seputar ular dengan mengunjungi Taman Sentuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Hoaks Virus Corona di Singapura, Buat Masyarakat dan Turis Panik

Banyak Hoaks Virus Corona di Singapura, Buat Masyarakat dan Turis Panik

Whats Hot
4 Wisata di Swiss, Lokasi Syuting Crash Landing on You

4 Wisata di Swiss, Lokasi Syuting Crash Landing on You

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Jumlah Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Dampak Virus Corona, Jumlah Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Whats Hot
Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Promo Diskon
Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Whats Hot
Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X