Dua Durian Lokal Unggul dari Semarang, Tak Kalah dari Durian Impor

Kompas.com - 07/01/2020, 09:05 WIB
Durian Monti sebagai ikon durian Gunung Pati, Semarang, yang dipajang dalam pameran durian unggul di acara Semarang Festival Durian 2017, Sabtu (25/2/2017). KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaDurian Monti sebagai ikon durian Gunung Pati, Semarang, yang dipajang dalam pameran durian unggul di acara Semarang Festival Durian 2017, Sabtu (25/2/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com - Durian impor tak selalu lebih enak dari durian lokal. Di Semarang misalnya, ada dua durian lokal dengan kualitas wahid yang tak kalah dengan durian impor. 

“Durian lokal yang tidak kalah bangus kualitasnya adalah durian ketan,” jelas Hernowo Budi Luhur, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, saat dihubungi oleh Kompas.com, Senin (6/1/2020).

Durian dari Semarang memang berbeda dengan durian dari daerah lain. Yang membedakan adalah rasanya, memiliki perpaduan rasa manis, pahit, legit. Selain durian ketan, durian lokal lain dari Semarang adalah  durian monti.

Baca juga: Contek Jokowi Makan Durian di Jawa Tengah, Ini Rekomendasi Tempatnya

1. Durian Monti

Nama durian monti memiliki singkatan dari Monthong Gunung Pati. Jenis durian asli Gunung Pati ini merupakan hasil perkawin antara durian monthong Thailand dengan durian unggulan Gunung Pati.

Perkawinan tersebut suskses dan menghasilkan durian dengan cita rasa yang manis dan legit. Saat mencicipi durian satu ini rasa manis berbaur dengan rasa sedikit pahit di akhir. Dibanding dengan durian monthong, warna daging durian monti lebih kuning.

Waktu yang tepat untuk menikmati durian ini adalah saat akhir tahun. Tepatnya peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Di masa itu tekstur daging durian monti akan terasa kering dan legit, terasa sangat pas.

Baca juga: 5 Tips Memilih Durian dari Penjual Langsung, Tidak Lagi Galau Pilih Durian Enak

2. Durian Ketan

Durian jawara asal Gunung Pati ini memiliki tekstur seperti ketan. Sehingga para petani menyebutkan durian ini sebagai durian ketan. Tekstur dagingnya super pulen seakan penikmatnya sedang memakan ketan.

Kulit buah dari durian ketan ini terbilang tipis, selain itu bijinya juga kecil. Dagingnya pulen serta manis berbaur dengan sedikit rasa pahit. Dari tampilan fisiknya, durian ketan memiliki daging buahnya berwarna kuning

Baca juga: Berusia 1 Abad, Durian Kunyit dari Kalimantan Pemenang Kontes Durian

Selain kedua durian tersebut, di kawasan Semarang juga ditumbuhi beberapa durian yang berkualitas baik, seperti lain durian mutiara, durian musangking, bawor, dan durian matahari.

Selain dikelola oleh Dinas Pertanian, ada deretan durian lokal yang dioleh kelompok petani durian. Seperti durian permata, durian mutiara hebat, durian malika, durian kholil, durian gojien, durian tojien di Kecamatan Mijen.

Semarang memiliki sentra durian yang menjadi tempat sasaran untuk berburu durian. Antara lain Agro Cepoko di Kecamatan Gunungpati, Agro Purwosari di Kecamatan Mijen. Lalu yang dikelola perorangan, seperti Agro Durian H. Jauhari Wonolopo di Kecamatan Mijen dan Agro Watu Simbar di Kecamatan Gunungpati.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X