Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Daerah yang Cocok Berburu Rambutan Manis..

Kompas.com - 10/01/2020, 11:50 WIB
Yana Gabriella Wijaya,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Para penggemar rambutan kini tengah berbahagia. Pasalnya, pada awal tahun ini, musim rambutan telah tiba.

Pengemar rambutan dapat mulai berkeliling ke daerah-daerah yang terkenal sebagai penghasil rambutan dengan kualitas yang top.

Baca juga: Manisnya Rambutan Aceh Sepanjang Musim…

Pada dasarnya, rambutan tumbuh di daerah-daerah yang basah. Jika di Indonesia, rambutan akan mudah ditemui di kawasan Barat Nusantara. Semakin ke timur, rambutan akan jarang ditemukan.

"Jadi seperti di Sumatera, itu hampir banyak rambutan. Lalu Jawa Barat," jelas Prof. Dr. Sobir, Peneliti di Pusat Kajian Hortikulturan Tropika, saat dihubungi oleh Kompas.com, (9/1/2020).

Daerah Sumatera, misalnya, memiliki sejumlah rambutan unggulan, seperti Binjai dan Aceh. 

Baca juga: Rambutan Bisa Dimasak dengan Ayam atau Ikan, Simak Tipsnya

Kamu juga bisa mengunjungi Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di daerah ini kamu bisa menikmati rambutan dengan jumlah melimpah.

Selain Kabupaten Subang, kamu bisa bergeser ke Ciamis. Rambutan di sana akan sangat melimpah ketika musimnya dan memiliki rasa yang manis. Kamu juga bisa mengunjugi Cianjur.

Prof. Sobir juga mengatakan jika di kawasan yang basah seperti itu sangat mudah untuk mencari rambutan.

"Kalau agak ke Timur juga ada, daerah Kendal juga banyak rambutan," jelas Sobir.

Baca juga: Menikmati Malam dan Legitnya Rambutan Binjai

Rambutan dapat ditemukan di pinggir jalan raya, atau di pasar-pasar. Saat kamu tengah berburu rambutan, tidak perlu takut kehabisan.

Sebab, pada saat musimnya, rambutan akan sangat melimpah dan penjualnya berada di banyak tempat.

Tak jarang jika di beberapa daerah akan membuka pasar dadakan dan seluruh penjual rambutan akan berkumpul menjajakan dagangannya.

Waktu yang pas untuk berburu rambutan adalah saat memasuki musim hujan, atau masa pergantian musim. Bisa mulai dari November hingga Februari, atau kembali lagi bergantung oleh pada musim.

Baca juga: Aceh Besar dan Kisah Penjual Rambutan Aceh

Pada awalnya rambutan akan berbunga saat musim kering, lalu setelah itu pada bunganya akan mulai tumbuh buah.

Namun sangat disayangkan, pada tahun ini kualitas rambutan harus menurun. Sebab musim kemarau yang panjang dan setelahnya disambut dengan curah hujan yang tinggi.

"Kemarau panjang tiba-tiba hujannya besar. Jadi banyak yang rontok dan rasanya bisa dibilang tidak terlalu manis," jelas Sobir.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com