Cakue Ko Atek, Jajanan Terkenal di Gang Kelinci Pasar Baru

Kompas.com - 12/01/2020, 21:07 WIB
Ko Atek tengah menyiapkan cakwe Jakarta Post/Jessicha ValentinaKo Atek tengah menyiapkan cakwe

 JAKARTA, KOMPAS.com - Apabila kamu sedang berada Pasar Baru, Jakarta, cobalah mampir ke sebuah toko cakwe yang terkenal di area ini. 

Susuri jalanan kecil bernama Gang Kelinci dan temukan toko yang menjual cakwe dan kue bantal Cakue Ko Atek.

Berdiri sejak tahun 1971, toko legendaris ini bernuansa warna hijau terang. Sejak pertama buka hingga ini, toko ini tidak pernah berpindah dari tempatnya yang berlokasi di Jalan Belakang Kongsi Nomor 31.

Baca juga: Blusukan ke Gang Kelinci, Padat dan Memesona...

Beberapa pelanggan menyebutkan bahwa cakwe dan kue bantal dibeli akan tetap terasa renyah dan gurih walaupun sudah beberapa jam setelah digoreng.

Ko Atek berbagi rahasia bagaimana menjaga kerenyahan kue yang dibuatnya. Ia menuturkan rahasianya terletak dari minyak yang digunakan.

“(Gorengnya) pakai minyak kelapa murni, bukan pakai minyak kelapa sawit. Makanya hasil akhir jauh lebih renyah dan tidak berminyak,” kata Ko Atek saat ditemui Kompas.com di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Menurut Ko Atek, penggunaan minyak kelapa sawit dalam proses penggorengan cakwe dan kue bantal miliknya akan memengaruhi rasa dan tekstur. Oleh karena itu, Ko Atek lebih memilih minyak goreng berkualitas tinggi.

Ko Atek biasanya mulai menggoreng cakwe dan kue bantal setiap pukul 10:00 WIB bersamaan dengan jam buka tokonya. Sementara untuk pembuatan adonan, Ko Atek biasanya akan menghabiskan waktu selama satu jam pada malam sebelumnya.

Ko Atek selalu menyiapkan sekitar 20 kilogram adonan cakwe untuk digoreng di tokonya. Sementara untuk kue bantal, biasanya hanya menyediakan lebih sedikit.

Adonan-adonan ini sudah disiapkan di rumah, sehingga cukup digoreng saat di toko. Menurutnya, pembuatan adonan cakwe lebih mudah.

Dari awal toko berdiri di tahun 1971, Ko Atek tidak pernah berpindah lokasi dan tetap berada di Gang Kelinci. Oleh karena itu, kini toko cakue dan kue bantal tersebut sangat populer di kalangan warga lokal dan wisatawan, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Dari awal toko berdiri di tahun 1971, Ko Atek tidak pernah berpindah lokasi dan tetap berada di Gang Kelinci. Oleh karena itu, kini toko cakue dan kue bantal tersebut sangat populer di kalangan warga lokal dan wisatawan, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

“Kue bantal saya bikin banyak, tapi saya taruh di kulkas. Untuk dibawanya (ke toko) tidak banyak. Saya stop di 7 kilogram karena capek (mengolah adonan sebelum digoreng) dan agak berat. (Pembuatannya) juga sedikit rumit, kalau cakwe kan tinggal tarik saja,” tutur Ko Atek.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X