Kompas.com - 15/01/2020, 12:11 WIB
Keindahan Komodo di Pulau Komodo. SHUTTERSTOCK/SERGEY URYADNIKOVKeindahan Komodo di Pulau Komodo.

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Rinus menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo terus meningkat.

"Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo selama 2019 sebanyak 184.208 orang," ungkap Agustinus kepada Kompas.com, Selasa (14/1/2020) malam.

Baca juga: Tahun 2020, Bali Target 7 Juta Wisatawan Mancanegara

Angka itu, lanjut Agustinus, meningkat jika dibandingkan tahun 2018, yaitu 163.807 wisatawan.

Wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan ke Labuan Bajo, yakni pada tahun 2018 sebanyak 91.712 orang, kemudian meningkat tahun 2019 menjadi 102.619 orang.

"Kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara dalam satu tahun terakhir ini mencapai 11,89 persen," ujar Agustinus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, disusul wisatawan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 69.899, kemudian meningkat menjadi 79.690 pada tahun 2019, atau naik sebesar 14,01 persen.

Sedangkan kunjungan wisatawan lokal justru menurun. Pada tahun 2018, sebanyak 2.196 orang dan tahun 2019 menurun menjadi 1.897 orang atau turun sebesar 13,62 persen.

Baca juga: Liburan Backpacker Vs Liburan Mewah di Labuan Bajo, Ini Kisaran Biayanya

Menurut Agustinus, bertambahnya jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara di wilayah itu berdampak pada penerimaan pendapatan asli di kabupaten yang berada di paling barat Pulau Flores itu.

Saah satu pemandangan Labuan Bajo, NTT yang bakal memikat wisatawan.KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI Saah satu pemandangan Labuan Bajo, NTT yang bakal memikat wisatawan.

Pada 2018, lanjut Agustinus, penerimaan PAD dari sektor pariwisata khusus untuk biaya retribusi mencapai Rp 34 miliar dan pada 2019 mengalami kenaikan sekitar 100 persen atau menjadi Rp 60 miliar.

Agustinus menyebutkan, kenaikan ini sangat signifikan karena memang pihaknya melakukan penertiban terhadap kapal-kapal wisata yang membawa wisatawan yang melakukan penyelaman ke dasar laut.

"Meningkatnya kunjungan wisatawan ini akibat daya tarik dari Komodo (Varanus Komodoensis) yang berada di Pulau Komodo dan menjadi ikon pariwisata NTT," kata Agustinus.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Labuan Bajo kebanyakan berasal dari Jerman, Inggris, Spanyol, Australia, dan beberapa negara di Eropa lainnya.

"Kedatangan wisatawan-wisatawan itu hanya ingin melihat secara langsung satwa komodo ini," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.