Kompas.com - 16/01/2020, 06:18 WIB
Wisatawan peserta Pegipegi Yuk! Jelajahi Indonesiamu mengunjungi rumah adat Mbaru Niang atau Rumah Niang di Desa Adat Todo, Kecamatan Satarmese, Manggarai, Pulau Flores, NTT, Rabu (29/11/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAWisatawan peserta Pegipegi Yuk! Jelajahi Indonesiamu mengunjungi rumah adat Mbaru Niang atau Rumah Niang di Desa Adat Todo, Kecamatan Satarmese, Manggarai, Pulau Flores, NTT, Rabu (29/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi milenial Indonesia biasa menikmati liburan mereka untuk berwisata di kota, daerah atau bahkan negara lain.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) perjalanan wisata dalam dan luar negeri meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, angka perjalanan wisata domestik Indonesia pada 2018 meningkat sebesar 12,37 persen dibandingkan tahun 2017.

Selain itu, tren berwisata ke luar negeri juga mengalami kenaikan yaitu 10 persen pada semester pertama 2019 dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Berdasarkan rilis Mozilla yang diterima Kompas.com, Rabu (15/1/2020), terdapat lima fakta unik tentang tren wisata milenial Indonesia tahun 2019.

Survei ini dilakukan pada Desember 2019 kepada 501 responden berusia 18 hingga 32 tahun di Jabodetabek. Berikut lima faktanya:

Baca juga: Itinerary Bali 2 Hari 1 Malam, Short Escape di Kawasan Canggu

1. Milenial lebih suka berwisata bersama keluarga

Survei menunjukkan bahwa milenial lebih suka melakukan perjalanan wisata dengan keluarga. Hasil survei menunjukkan 88 persen responden berwisata pada waktu tertentu, yaitu akhir tahun, pertengahan tahun, atau di tanggal merah.

Sebanyak 66 persen milenial lebih memilih berwisata bersama keluarga dibandingkan bersama teman yaitu 20 persen, dan sembilan persen memilih bersama pasangan.

Wisatawan mancanegara berswafoto di Wisata Alam Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/2/2019). Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Wisatawan mancanegara berswafoto di Wisata Alam Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/2/2019). Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019.

2. Destinasi wisata domestik lebih populer

Sebanyak 77 persen responden lebih memilih berwisata di dalam negeri dibandingkan luar negeri. Meski memiliki bujet yang mencukupi, nyatanya milenial tetap memilih wisata domestik.

Tak hanya itu, separuh responden mengatakan keunikan suatu destinasi wisata menjadi pertimbangan yang penting dalam memilih tempat tujuan.

Baca juga: Liburan Backpacker Vs Liburan Mewah di Labuan Bajo, Ini Kisaran Biayanya

Kemudian, sebanyak 68 persen responden ternyata lebih tertarik menjelajahi berbagai tempat dalam satu kota atau wilayah saja, dibandingkan pergi ke banyak kota namun tidak menjelajahi keseluruhannya yaitu 32 persen.

Informasi lainnya, generasi milenial lebih suka menjelajahi satu kota dan budaya lokal yang ada di dalamnya secara mendalam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Travel Update
Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Mudik Dilarang, Kunjungan Wisata ke Bantul dan Gunungkidul Saat Lebaran Diprediksi Anjlok

Travel Update
Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Brasil Bangun Patung Yesus, Lebih Tinggi dari Rio de Janeiro

Travel Update
Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Bulan Puasa, Candi Borobudur dan Prambanan Tawarkan Paket Ngabuburit

Travel Update
Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Ngabuburit, 4 Festival di Korea yang Bisa Disaksikan Online

Jalan Jalan
Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Parade Lentera Tahunan di Korea Selatan Batal Akibat Covid-19

Travel Update
5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

5 Wisata Instagramable Garut, Pas untuk Libur AKhir Pekan

Jalan Jalan
6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

6 Tips Wisata di Bali saat Kuningan, Cari Kenalan Orang Bali

Travel Tips
Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Restoran di Jakarta Sambut Buka Bersama di Tengah Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

5 Hotel di Singapura dengan Fasilitas Jacuzzi, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Makna Tradisi Mekotek Desa Munggu Bali saat Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Hari Raya Kuningan, Desa Munggu di Badung Bali Punya Tradisi Mekotek

Travel Tips
Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Seharian Wisata Lokal di Pangandaran, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Hari Raya Kuningan

Travel Tips
Travel Bubble Selandia Baru-Australia Resmi Dimulai 19 April 2021

Travel Bubble Selandia Baru-Australia Resmi Dimulai 19 April 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X