5 Fakta Tren Wisata Generasi Milenial Indonesia pada 2019

Kompas.com - 16/01/2020, 06:18 WIB
Wisatawan berfoto di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaWisatawan berfoto di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah.

3. Foto dan video adalah hal penting ketika liburan

Bagi milenial, mengambil foto dan video saat liburan adalah hal yang penting dilakukan. Hal ini terwujud berdasarkan survei yaitu sebanyak 94 persen responden mengatakan periode liburan satu sampai tujuh hari sudah cukup ideal.

Mereka tidak begitu menyukai waktu liburan yang terlalu lama. Rentang waktu yang terbatas tak membuat generasi milenial lupa untuk mengabadikan setiap momen perjalanan dan menciptakan kenangan saat liburan.

Generasi milenial juga terbukti sering mengambil foto dan video mengenai pemandangan, atraksi wisata, makanan, atau aktivitas lainnya, dan lalu menyimpannya melalui platform media sosial.

Baca juga: 5 Kepulauan di Indonesia yang Kaya akan Potensi Wisata Bahari

4. Peran media sosial sebagai sumber referensi penting untuk merencanakan perjalanan

Generasi milenial menggunakan media sosial untuk merencanakan perjalanan wisatanya. Berdasarkan survei, kebanyakan wisatawan tidak menggunakan jasa agen tur atau ahli perjalanan wisata.

Sebanyak 72 persen milenial mengatakan mereka mengumpulkan informasi wisata dari Instagram.

Lalu media sosial lainnya seperti Youtube mendapat jumlah 62 persen dan Facebook 40 persen. Keduanya juga tak kalah penting sebagai referensi generasi milenial dalam mencari informasi wisata.

Baca juga: Kata Milenial Soal Tempat Wisata Instagramable yang Buat Dilema

Peserta Take Me Anywhere 3 berfoto bersama di Bukit Asah. KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Peserta Take Me Anywhere 3 berfoto bersama di Bukit Asah.

5. Milenial cenderung menyimpan dan membagikan informasi wisata di media sosial

Fakta terakhir menunjukkan generasi milenial menyimpan dan membagikan informasi wisatanya ke media sosial. Separuh responden menyimpan informasi tersebut dalam format digital.

Tambahan informasi, sebanyak 47 persen responden sering membagikan informasi wisata dengan orang lain di media sosial atau aplikasi chatting.

Sementara hanya 18 persen yang membagikan informasi wisata dengan cara tatap muka. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya media sosial bagi kebutuhan wisata milenial.

Tak hanya itu, milenial juga biasanya mendapat inspirasi dari konten digital orang lain seperti di Youtube, dan Instagram. Mereka suka mencari cara yang paling efisien untuk mengakses informasi di internet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X