8 Makanan Khas Purworejo, Tempat Keraton Agung Sejagat yang Viral

Kompas.com - 16/01/2020, 07:23 WIB
Kuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOKuliner khas Kutoarjo, Jawa Tengah, kue lompong. Kue lompong dibuat dari bahan-bahan seperti batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, dan gula pasir serta dibungkus daun pisang kering. Sementara, isinya dari tumbukan kacang tanah.

 

4. Lanting

Hidangan yang satu ini paling cocok untuk dijadikan camilan saat santai. Lanting terbuat dari singkong yang dihaluskan, kemudian dibentuk bundar dengan bolong di tengahnya.

Adonan tersebut lalu dikukus hingga setengah matang dan dicampurkan tepung tapioka, lalu digoreng.

Camilan ini biasa hadir saat bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu daerah yang membuat makanan ini adalah Desa Wonorejo Kulon, Kecamatan Butuh, Purworejo.

Kamu bisa mencicipi dan membeli lanting dengan harga mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 20.000 per kilogramnya.

Lanting juga biasa dijadikan oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Purworejo.

5. Kue Lompong

Makanan khas Purworejo yang satu ini terbuat dari tepung ketan. Makanan ini juga biasa ditemukan hanya di daerah sekitar Purworejo, termasuk Kutoarjo.

Nama unik yang tersemat dalam kue ini berasal dari daun talas kering atau lompong yang dulunya dijadikan bahan pewarna hitam pada kue.

Meski dulu lompong terkenal karena dijadikan bahan pewarna, uniknya kue lompong malah tidak menggunakan pewarna dalam membuatnya. Kini penjual banyak yang menggunakan damen atau pohon padi kering.

Baca juga: 4 Tips Berburu “Sunset” di Gunung Kunir Purworejo

Rasa dari kue lompong ini manis seperti kue mochi. Terlebih dengan tekstur kenyal yang dimilikinya. Perpaduan manis dan gurih menjadikan kue ini cocok disantap selagi hangat.

Meski begitu, diakui bahwa kue ini termasuk langka di Purworejo. Kamu bisa menemuinya di salah satu tempat yang masih bertahan, yaitu Kelurahan Pangenrejo, Pangen Jurutengah, dan sebagian Kledung Kradenan.

Kue ini juga hanya bertahan selama satu minggu di luar kulkas, maka jika terasa mengeras, sebaiknya kamu mengukus ulang untuk dikonsumsi kembali.

6. Sate Winong

Sate khas Purworejo ini tampak seperti sate kambing pada umumnya. Sate ini diberi nama aate winong karena letaknya yang berada di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.

Hal yang membuatnya berbeda adalah penggunaan kecap asli buatan pemilik warung dengan tambahan bumbu lainnya.

Baca juga: Pasar Inis Jadi Destinasi Libur Lebaran Unggulan di Purworejo

Jika kamu ke desa ini setidaknya kamu akan menemukan sekitar 10 warung sate winong.
Ketika dihidangkan, tampilan sate ini berbeda dengan sate kambing lainnya karena ada tambahan daun jeruk yang diiris tipis-tipis hingga tampak seperti helai rumput.

Ada juga potongan bawang merah yang banyak, diiris dalam potongan besar.

Jika kamu penyuka rasa pedas, pemilik warung biasanya menyediakan semangkuk sambal kecap.

Kecap ini terbuat dari bahan baku gula merah yang diolah dengan bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan daun serai.

7. Soto Pak Rus

Soto Pak Rus bukan sembarang soto biasa, dan makanan satu ini hanya bisa ditemukan di Purworejo.

Soto ini biasa juga dikenal dengan nama Soto Stasiun karena warung ini sebelumnya berada di dalam Stasiun Purworejo.

Soto Pak Rus menghadirkan menu pilihan soto. Jika kamu memesan satu porsi soto, maka kamu akan menemukan mangkuk kecil soto berisi nasi, potongan daging sapi, dan taoge dengan taburan daun seledri serta bawang goreng.

Rasa yang ada ketika kamu seruput kuah soto adalah segar dan gurih. Daging yang disajikan juga empuk dengan potongan kecil-kecil.

Jika kamu suka dengan rasa manis bisa ditambah dengan kecap, dan sebaliknya jika menyukai rasa pedas, jangan sungkan untuk mengambil sambal. Meski tanpa dengan kecap dan sambal pun, rasa soto tetap tidak berubah, yaitu gurih dan nikmat.

8. Kupat tahu

Makanan kedelapan yang ada di Purworejo dan tak boleh dilewatkan adalah kupat tahu. Makanan ini merupakan salah satu makanan khas Purworejo yang berbahan dasar ketupat, tahu, dan bumbu kacang.

Kupat tahu jika dilihat sekilas akan mirip dengan ketoprak atau karedok. Namun, sebenarnya kupat tahu memiliki perbedaan, yaitu pada kuahnya.

Rasa yang dibawa dari kupat tahu ini yaitu pedas, karena memang bahan dasarnya yang berupa tahu berbumbu pedas.

Bahan-bahan dasar membuat kupat tahu selain tahu adalah gula jawa cair, dan sayuran seperti kol dan taoge.

Kamu dapat dengan mudah menemukan makanan ini di setiap sudut Purworejo.

Baca juga: Gunung Kunir, Spot Sunset Menawan yang Tersembunyi di Purworejo

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X