Mencicipi Gelato Rasa Kemangi di Tempo Gelato Yogyakarta, Begini Rasanya

Kompas.com - 18/01/2020, 08:00 WIB
Di Tempo Gelato, pengunjung bisa memilih menyantap gelato dalam cup atau cone. Kompas.com/Inadha Rahma NidyaDi Tempo Gelato, pengunjung bisa memilih menyantap gelato dalam cup atau cone.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Disajikan menggunakan cup atau cone, sekilas tampilan gelato terlihat seperti es krim. Padahal menurut H. Douglas Goff dan Richard W. Hartel dalam bukunya Ice Cream Seventh Edition, gelato berbeda dengan es krim.

Perbedaan tersebut terlihat dari kandungan lemak dan gulanya. Pada gelato, kandungan lemak berjumlah 4-8 persen, sedangkan kandungan lemak es krim berjumlah 16 persen.

Untuk kandungan gula, pada gelato jumlahnya 16-25 persen, sementara es krim, jumlahnya 15-16 persen.

Dengan komposisi tersebut, gelato memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut dibanding es krim.

Baca juga: Terlihat Sama, Apa Bedanya Es Krim dan Gelato?

Pada Minggu (4/1/2020), Kompas.com berkesempatan mendatangi salah satu kedai gelato yang sedang hit di Kota Yogyakarta, bernama Tempo Gelato, di Jalan Prawirotaman.

Tempo Gelato menawarkan gelato dengan berbagai rasa dan warna.Kompas.com/Inadha Rahma Nidya Tempo Gelato menawarkan gelato dengan berbagai rasa dan warna.

Ketika memasuki kedai tersebut, terlihat gelato dengan berbagai warna dan rasa terpampang di balik etalase. Mata pengunjung yang datang pun menelitinya satu per satu sebelum memutuskan pilihan.

Tempo Gelato menyediakan banyak pilihan rasa. Jika gelato yang dijual di pasaran menawarkan rasa-rasa basic, seperti cokelat, vanila, dan stroberi, Tempo Gelato menawarkan 30-an pilihan rasa yang unik dan kekinian.

Di luar rasa-rasa basic dan buah-buahan seperti mangga, rasberi, leci, dan melon, Tempo Gelato menawarkan gelato dengan rasa unik, yakni jahe, cokelat pedas, dan kemangi.

Tersedia juga gelato dengan rasa kekinian, seperti nutella, karamel, oreo, dan thai tea.

Baca juga: Es Doger dan Tempe Jadi Gelato, Seperti Ini Rasanya

Pada kesempatan tersebut, Kompas.com mencicipi gelato rasa kemangi. Tampilan gelato kemangi berwarna hijau, dengan aroma yang tidak begitu pekat.

Penyajiannya tak beda dengan gelato dan es krim pada umumnya.

Ketika dicicipi, rasa kemangi yang khas langsung memenuhi mulut. Awalnya memang terasa aneh, karena biasanya kemangi ditemui pada olahan masakan atau berbentuk mentah dalam lalapan.

Namun, setelah sesuap dua suap, rasa gelato kemangi semakin familiar dan bisa dinikmati.

Baca juga: Mengapa Gelato Lebih Banyak Varian Rasa ketimbang Es Krim?

Suasana Tempo Gelato, di Prawirotaman Yogyakarta.Kompas.com/Inadha Rahma Nidya Suasana Tempo Gelato, di Prawirotaman Yogyakarta.

Mei (21) salah satu pengunjung yang membeli gelato rasa kemangi mengatakan, awalnya ia tidak bisa membayangkan rasa gelato kemangi. Namun setelah dicoba, rasanya tidak mengecewakan.

“Saking banyaknya pilihan sampai bingung pilih rasa apa. Alhasil pilih rasa yang unik aja. Waktu dicoba, malah ketagihan,” kata Mei.

Handmade dan dari bahan alami

Dilansir dari Tribunnews.com Selasa (10/11/2015), gelato yang disediakan Tempo Gelato dibuat secara handmade. Artinya gelato tersebut dibuat dengan tangan tanpa bantuan mesin atau secara instan.

Disebutkan pula, bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan alami. Tanpa pewarna, dan bahan pengawet. Karena itulah, Gelato Tempo Gelato memiliki rasa yang kuat.

Baca juga: Ternyata Ini Standar Membuat Gelato yang Nikmat di Italia

Saat dikunyah, tekstur gelato terasa padat dan elastis, namun tetap lembut. Dijamin, menikmati gelato rasa kemangi memberikan sensasi yang tidak biasa.

Di Tempo Gelato, untuk menikmati dua rasa gelato dalam cup, pengunjung cukup membayar Rp 25.000 saja. Namun jika pengunjung ingin mencicipi dua rasa gelato menggunakan cone, pengunjung perlu membayar Rp 30.000.

Jika dua rasa belum cukup, pengunjung bisa memilih paket dengan ukuran lain seperti medium, big, dan ekstra big.

Banyaknya pilihan rasa seringkali membuat pengunjung kebingungan. Namun tenang saja, pramusaji akan dengan sabar melayani pengunjung memutuskan pilihan rasa gelatonya.

Baca juga: Es Krim Rasa Cokelat Pedas di Il Tempo Del Gelato

Selain di Jalan Prawirotaman, Tempo Gelato memiliki cabang lain, yaitu di Jalan Kaliurang. Kedai tersebut buka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) setiap hari.

Jika ingin menikmati gelato lain di Yogyakarta, ada satu kedai gelato yang tidak kalah hit dengan Tempo Gelato, yaitu Artemy Italian Gelato.

Berdiri tahun 2010, awalnya Artemy hanya memiliki satu cabang yang berlokasi di Jalan Perwakilan nomor 5.

Lama-kelamaan, Artemy pun berkembang hingga memiliki dua cabang lain, yang terletak di Jalan Kranggan dan di daerah Babar Sari.

Baca juga: Pesan Es Krim? Ini Bedanya Es Krim, Gelato, dan Sorbet

Dalam memproduksi gelato, Artemy menggunakan resep hasil kreasi sendiri. Selain gelato, Artemy juga menyediakan menu lain, seperti sorbet, dan minuman seperti cokelat dan kopi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Travel Tips
InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

Whats Hot
Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Makan Makan
Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Jalan Jalan
Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Whats Hot
Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

Whats Hot
11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

Makan Makan
Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Whats Hot
Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Whats Hot
KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

Whats Hot
Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Whats Hot
Layanan Buat Paspor Baru di Ditjen Imigrasi Indonesia Ditangguhkan Sementara Waktu

Layanan Buat Paspor Baru di Ditjen Imigrasi Indonesia Ditangguhkan Sementara Waktu

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X