Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menu Spesial Imlek di Restoran Tien Chao, Cicipi Nasi Goreng Teratai

Kompas.com - 18/01/2020, 22:02 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com – Menyambut datangnya hari raya tahun baru China atau Imlek, Restoran Tien Chao di Gran Melia Hotel Jakarta menawarkan menu set spesial.

Ada dua menu set yang tersedia yang terdiri dari makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup.

Baca juga: 5 Fakta Perayaan Imlek di China, Ada Jasa Sewa Pacar!

“Ada dua set menu. Set menu ini sudah bisa dipesan mulai tanggal 20 Januari sampai 7 Februari 2020. Setiap set itu untuk minimal 10 orang. Set menu pertama harganya Rp688.000++ per orang dan set menu kedua harganya Rp888.000++ per orang,” ujar Yudith Dwi Astuti, Senior F&B Marketing Communications Manager Hotel Gran Melia.

Set menu pertama terdiri dari Salmon Fish Yu Shang, Dumpling Sea Food with Pacific Clams and Wolf Berry Soup, Signature Roast Duck, Wok Fried Beef Tenderloin with Black Pepper Sauce.

Ada juga Braised Sea Cucumber and Bailing Mushroom with Dried Oyster and Black Moss and Chinese Cabbages, Steamed Live Sea Grouper with Hong Kong Style Sauce, Steamed Lotus Leaf Fried Glutinous Rice, dan Peanut Glutinous Rice Ball in Sweet Red Bean Soup served with Chinese New Year Pancake.

Sementara untuk set menu kedua, hampir semuanya sama hanya ada tambahan berupa Abalone untuk Salmon Fish Yu Shang, dan Braised 10 Head Abalone and Shitake Mushroom untuk Dried Oyster and Black Moss and Chinese Cabbages.

Ada juga menu pengganti berupa Braised Bird Nest with Dried Scallop and Crab Meat Soup, Crispy Chicken with Sesame Seed. Serta Stir Fried Lamb with Ginger and Spring Onion, dan Steamed Live Marble Goby with Tie Chew Sauce.

Menu set 1 dari dinner set spesial Imlek di Restoran Tien Chou Gran Melia Hotel JakartaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Menu set 1 dari dinner set spesial Imlek di Restoran Tien Chou Gran Melia Hotel Jakarta

Salah satu sajian spesial dari set menu ini adalah Steamed Lotus Leaf Fried Glutonious Rice atau nasi goreng dengan daun teratai.

Hal yang spesial dari nasi goreng ini adalah penggunaan beras ketan yang dicampur dengan beras biasa. Membuat tekstur nasi goreng lebih legit dari nasi goreng biasanya.

“Nasi gorengnya dibuat dengan dua beras, beras putih dan beras ketan. Itu melambangkan kelekatan keluarga. Karena nasi ketan itu kan lekat,” jelas Chef Suyanto, Chinese Food Chef di Restoran Tien Chao ketika ditemui Kompas.com, Kamis (16/01/2020).

Nasi goreng teratai ini diberi campuran topping berupa udang, ayam, dan sosis. Rasa nasi gorengnya gurih dan sedikit manis. Rasanya lebih manis dari nasi goreng biasa karena adanya penggunaan beras ketan.

Daun teratai digunakan sebagai pembungkus nasi goreng. Proses pembuatannya, setelah nasi digoreng lalu dibungkus dengan daun teratai.

Lalu dikukus selama beberapa menit agar wangi dari daun teratai bisa meresap ke dalam nasi goreng.

“Nasinya digoreng sampai matang. Lalu dibungkus daun teratai. Setelah itu di-steam (dikukus). Dikukus supaya wangi daun teratainya meresap ke dalam nasi."

Seafood Dumpling yang jadi salah satu sajian spesial Imlek di Restoran Tien Chao Gran Melia JakartaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Seafood Dumpling yang jadi salah satu sajian spesial Imlek di Restoran Tien Chao Gran Melia Jakarta

Selain nasi goreng daun teratai, ada juga seafood dumpling yang punya rasa cukup ringan. Pangsit seafood ini berbentuk bulat layaknya kantung.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com