Cara Membedakan Kue Keranjang dengan Bahan Alami dan Berpengawet

Kompas.com - 21/01/2020, 20:02 WIB
Kue keranjang asal Depok yang diproduksi oleh Kim Hin (Kue Keranjang Hoki) sejak tahun 1988, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianKue keranjang asal Depok yang diproduksi oleh Kim Hin (Kue Keranjang Hoki) sejak tahun 1988, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Kue keranjang sekilas tampak sama. Berwarna cokelat dengan tekstur yang kenyal.  

Akan tetapi, tetap ada perbedaan antara kue keranjang yang dibuat dengan bahan-bahan alami dan kimiawi. Salah satunya terdapat di rasa manis kue tersebut.

“Kalau yang pakai pemanis buatan akan terasa sekali. Manisnya sangat beda dari manis gula yang menjadi bahan dasar kue keranjang,” kata Pendiri Kue Keranjang Hoki oleh Kim Hin Djohari saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020).

Selanjutnya, Djohari juga menyarankan untuk mengamati periode ketahanan kue keranjang sebelum berjamur.

Baca juga: Proses Panjang Kue Keranjang yang Hadir Saat Imlek

Apabila kue keranjang cepat berjamur dalam jangka waktu 3 bulan, sudah dipastikan bahwa kue terbuat dari bahan alami.

Sebab, kue tersebut tidak diberikan pengawet dan bahan-bahan tambahan yang tidak alami.

Meski berjamur, kamu tidak perlu khawatir karena yang dijamuri hanyalah plastik pembungkus kue keranjang saja. Jika kamu melepas plastiknya, kue akan tetap dalam keadaan sempurna.

Namun apabila kamu ingin menghindari plastik pembungkus yang berjamur, kamu bisa menaruh kue keranjang di dalam kulkas. Bahkan sampai setahun lamanya kue keranjang tidak akan berjamur.

Walaupun kue keranjang dengan bahan alami tidak diberi pengawet tambahan, tetapi sebenarnya kue tetap akan bertahan lama.

Baca juga: Yu Sheng, Tradisi Imlek dari Singapura yang Menyebar ke Indonesia

Kue keranjang atau biasa disebut juga dodol cina menjadi menu wajib setiap perayaan ImlekKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Kue keranjang atau biasa disebut juga dodol cina menjadi menu wajib setiap perayaan Imlek

Djohari mengatakan kandungan gula pasir yang dimasak pada kue keranjang memiliki fungsi sebagai pengawet alami.

“(Kue keranjang) di taruh di tempat suhu ruangan akan berjamur dalam tiga bulan, tetapi kalau plastik dicuci, jamur akan hilang. Bisa juga dipotong saja (kue keranjang beserta plastik pelapisnya) tipis di bagian yang terkena jamur. Bagian dalam kue keranjang masih bisa dimakan,” kata Djohari.

Sementara kue keranjang dengan pengawet bisa bertahan selama satu tahun tanpa berjamur di suhu ruangan.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Barongsai yang Keluar Setiap Imlek

“Kue keranjang yang disimpan lama, kalau pengolahannya bagus, rasa akan tetap manis seperti rasa aslinya (meskipun sudah dikukus ulang). Tapi kalau pengolahannya jelek, rasanya malah akan jadi asam. Kalau sudah asam lebih baik buang saja,” tutur Djohari.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Ada Ciletuh Geopark Run, Siap-siap Eksplorasi Sunset Pantai Palangpang

Jalan Jalan
Mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf, Soto Betawi dengan Kuah Susu Pertama

Mencicipi Soto Betawi Haji Ma'ruf, Soto Betawi dengan Kuah Susu Pertama

Makan Makan
Tokyo Disneyland Tutup Sementara, Bagaimana Tiket yang Sudah Terbeli?

Tokyo Disneyland Tutup Sementara, Bagaimana Tiket yang Sudah Terbeli?

Whats Hot
Universal Studios Japan, Tokyo Disneyland, DisneySea Tutup karena Virus Corona

Universal Studios Japan, Tokyo Disneyland, DisneySea Tutup karena Virus Corona

Whats Hot
Jepang Membarui Pembatasan untuk Wisatawan Terkait Virus Corona

Jepang Membarui Pembatasan untuk Wisatawan Terkait Virus Corona

Whats Hot
Wabah Virus Corona, Banyak Wisatawan Pilih Bali Ketimbang Eropa

Wabah Virus Corona, Banyak Wisatawan Pilih Bali Ketimbang Eropa

Whats Hot
17 Roti Favorit di BreadTalk, Mana yang Kamu Suka?

17 Roti Favorit di BreadTalk, Mana yang Kamu Suka?

Makan Makan
Nostalgia Tiga Generasi di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Berdiri Sejak 1940

Nostalgia Tiga Generasi di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Berdiri Sejak 1940

Makan Makan
Soto Betawi Haji Ma'ruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Soto Betawi Haji Ma'ruf, Kuliner Legendaris Jakarta Langganan Para Pejabat

Makan Makan
Krui, Destinasi Wisata Jagoan Lampung dengan Segudang Potensi

Krui, Destinasi Wisata Jagoan Lampung dengan Segudang Potensi

Whats Hot
Visa Umrah Dihentikan Sementara, Travel Agent Cari Cara Pulangkan Jemaah

Visa Umrah Dihentikan Sementara, Travel Agent Cari Cara Pulangkan Jemaah

Whats Hot
Mau Tahu Tempat Wisata Menarik di Lampung? Ikut Krakatau Geopark Run

Mau Tahu Tempat Wisata Menarik di Lampung? Ikut Krakatau Geopark Run

Whats Hot
Bisnis Minuman Gibran Punya Varian Batu Bara, Seperti Apa Rasanya?

Bisnis Minuman Gibran Punya Varian Batu Bara, Seperti Apa Rasanya?

Makan Makan
Viral Foto Es Kopi Susu Campur Kecap Bango, Dijual di Kedai Kopi

Viral Foto Es Kopi Susu Campur Kecap Bango, Dijual di Kedai Kopi

Makan Makan
[POPULER TRAVEL] Bisnis Kuliner Gibran dan Kaesang | Makanan saat Musim Hujan

[POPULER TRAVEL] Bisnis Kuliner Gibran dan Kaesang | Makanan saat Musim Hujan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X