Bagaimana Cara Mengetahui Kue Keranjang yang Sudah Basi?

Kompas.com - 22/01/2020, 21:08 WIB
Kue keranjang tiga tingkat siap kirim, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianKue keranjang tiga tingkat siap kirim, Sawangan, Depok, Selasa (14/1/2020).

 

DEPOK, KOMPAS.com Kue keranjang terkenal sebagai hidangan khas perayaan Imlek yang dapat bertahan lama. Meskipun plastik pelapis kue keranjang mudah berjamur di suhu ruangan, akan tetapi bagian dalam kue masih dapat dimakan.

Selain itu, kue keranjang juga awet jika disimpan di kulkas. Namun sebagai langkah untuk berjaga-jaga, bagaimana cara mengetahui keranjang yang basi?

Pendiri Kue Keranjang Hoki oleh Kim Hin Djohari mengatakan bahwa cara termudah menentukan kue keranjang basi adalah dari rasa.

“Kalau saat dimakan kue keranjangnya ada rasa asam, itu berarti sudah basi. Kalau kue keranjang setelah dikukus (seusai ditaruh di dalam kulkas) rasanya asam, jangan lanjut dimakan,” kata Djohari saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Sawangan, Depok, Selasa (15/1/2020).

Djohari mengatakan bahwa kue keranjang yang telah melalui pengolahan dengan benar tidak akan terasa asam. Meskipun sudah disimpan hingga satu tahun, biasanya rasa akan tetap manis.

Baca juga: Proses Panjang Kue Keranjang yang Hadir Saat Imlek

Terkait warna, ia menuturkan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan sebagai petunjuk masa basi kue keranjang. Sebab, kue keranjang yang dari awalnya sudah melalui masa pemasakkan yang lama tentu akan berubah menjadi warna cokelat gelap.

Sementara untuk kue keranjang yang memiliki warna cokelat terang, nantinya warna akan tetap berubah menjadi cokelat gelap saat dikukus kembali setelah disimpan di dalam kulkas.

“Dari wangi juga bisa. Kalau kue keranjang masih ada wangi yang khas, berarti masih bisa dimakan,” tambah Djohari.

Ada mitos lama seputar kue keranjang. Banyak orang Tionghoa percaya semakin lama menyimpan kue keranjang selama kurang lebih satu tahun, maka rezeki akan semakin baik.

Menganggapi hal tersebut, Djohari menampiknya dengan mengatakan bahwa orang-orang menyimpan kue keranjang hingga kurang lebih satu tahun karena kudapan Imlek tersebut hanya dibuat setahun sekali.

Oleh Karena sifat kue yang tidak mudah basi jika pengolahannya benar, maka orang-orang menyimpannya untuk berjaga-jaga.

“Orang kan terkadang suka ngidam, dan kue hanya dibuat setahun sekali menjelang perayaan Imlek. Makanya kue keranjang suka disimpan lama. Jadi kalau lagi mau makan, mereka tinggal ambil persediaan yang sudah ada,” kata Djohari.

Baca juga: Cara Membedakan Kue Keranjang dengan Bahan Alami dan Berpengawet

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X