Menengok Klenteng Sin Tek Bio Pasar Baru, Berdiri Sejak 1698

Kompas.com - 23/01/2020, 20:05 WIB
Gerbang utama dan pintu masuk gedung bagian depan kelenteng Sin Tek Bio atau yang lebih dikenal sebagai Vihara Dharma Jaya, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianGerbang utama dan pintu masuk gedung bagian depan kelenteng Sin Tek Bio atau yang lebih dikenal sebagai Vihara Dharma Jaya, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Baru didirikan pada 1820 sebagai pusat perbelanjaan di Batavia. Sampai saat ini Pasar Baru masih berdiri dan ramai pengunjung.

Namun ternyata terdapat satu bangunan yang telah berdiri lebih lama dari pasar tersebut. Bangunan tersebut adalah Klenteng Sin Tek Bio atau yang lebih dikenal sebagai Vihara Dharma Jaya.

Lewat penjelasan di acara Food Tour New China Town Pasar Baru yang diselenggarakan Jakarta Food Traveler, Klenteng Sin Tek Bio disebutkan berdiri sejak 1698. 

“Vihara terbagi menjadi dua. Di sebelah kanan (jika menyusuri jalan dari arah Bakmi A Boen) adalah bagian belakang vihara. Sementara di sebelah kiri adalah bagian belakang. Dulunya vihara hanya memiliki satu bangunan saja,” kata pemandu Jakarta Food Traveler Yullie saat tur digelar di Pasar Baru, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga: Toko Kompak di Pasar Baru, Bangunan Kuno yang Berdiri Sejak 1800

Klenteng Sin Tek Bio terletak di sebuah gang kecil, di kawasan Gang Kelinci. Bangunananya terhimpit dengan restoran dan pemukiman penduduk. 

Awal dibangun disebutkan bahwa Klenteng Sin Tek Bio berada di tanah lapang dengan banyak rawa. Inilah cikal bakal area Pasar Baru berdiri. 

Beberapa patung kecil yang terdapat di sisi kiri ruangan bagian belakang kelenteng Sin Tek Bio (Vihara Dharma Jaya), Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Beberapa patung kecil yang terdapat di sisi kiri ruangan bagian belakang kelenteng Sin Tek Bio (Vihara Dharma Jaya), Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Di dalam klenteng terdapat beberapa meja altar dengan patung dewa-dewi yang berada di atas meja. 

Di dalam klenteng kamu juga bisa melihat beberapa bongkah lilin setinggi kurang lebih 130 sentimeter yang mengapit gentong untuk menancapakn dupa atau hio.

“Biasanya jemaat yang menyumbang lilin atau minyak agar doanya dikabulkan dan tercapai. Kalau sudah habis (untuk lilin), mereka akan beli lagi dengan menempelkan nama mereka,” tutur Yullie.

Dengan begitu setiap kali ada umat yang berdoa menggunakan liin dari orang-orang yang namanya tercantum di sana, mereka juga turut didoakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Ubud Food Festival 2020 Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara, Ada Juri MasterChef Indonesia

Jalan Jalan
Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Konsep Pernikahan di Hotel, Pilih Mana?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X