Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hotel Virtual Masih Eksis dan Diminati, Apa Alasannya?

Kompas.com - 24/01/2020, 10:13 WIB
Nabilla Ramadhian,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com Tren penginapan kian bermunculan mengikuti gaya menginap masyarakat, salah satunya adalah virtual hotel operator (VHO). 

Dari sejumlah VHO, dapat disimpulkan, virtual hotel operator adalah platform online yang bekerjasama dengan penginapan sekaligus menghubunghkan properti mereka dengan konsumen. 

Sementara hotel virtual adalah penginapan yang dikelola virtual hotel operator yang pemesanannya dapat dilakukan secara online dan offline.

Di Indonesia, menurut Wiastuti dan Susilowardhani dalam Virtual Hotel Operator: Is It Disruption For Hotel Industry (2016: 203), konsep VHO pertama kali mulai masuk pada tahun 2015, dengan beberapa operator seperti Nidia Rooms, Airy Rooms, RedDoorz dan lainnya.

Hingga kini, meskipun tak ada data pasti soal perkembangannya, VHO masih eksis serta punya cara-cara sendiri untuk diminati konsumen. Beberapa VHO lain juga bermunculan.

Lalu mengapa VHO eksis dan punya konsumen sendiri?

Kepada Kompas.com, Vice President of Operations RedDoorz Adil Ali Mubarak mengungkapkan, VHO menawarkan penginapan dengan kualitas setara hotel bintang 4 dan 5.

Tawaran ini tak lepas dari peluang yang dilihat VHO dalam melihat kekosongan di pasar hotel, seperti minimnya standar kualitas.

"Terlebih harga penjualan kamar terkadang kurang jelas. Harga dan kualitas tidak konsisten. Kami (pelaku VHO) melihat hal tersebut sebagai sebuah peluang untuk membantu mereka (hotel dengan standar kualitas minim)," kata Adil di Ecology Bistro & Lounge, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Selain itu, Adil melihat banyak penginapan yang tidak memiliki satu merek untuk menaungi. Oleh karena itu, dengan bantuan VHO, hotel virtual dapat beroperasi di bawah satu merek, tanpa harus mengubah nama.

Tugas VHO adalah membantu dalam hal teknologi dan penerapan standar, sehingga dapat menghubungkan ke konsumen serta meningkatkan pendapatan.

Adapun contoh konkret teknologi VHO adalah aplikasi pemesanan, dan sistem pengaturan manajemen hotel untuk para staf.

"Dari sana, kami membantu mereka menjual kamar dan membuat mereka menjadi bagian dari premium brand kami. Membantu secara operasional dan finansial," katanya.

Hotel virtual pun diklaim lebih dikenal, berkat standar dan pemasaran VHO. Selain itu, hotel virtual pun bisa menentukan harga sesuai dan mampu bersaing di pasar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com