Tak Hanya Sup Kelelawar di China, Ini Ragam Kuliner Kelelawar di Dunia

Kompas.com - 26/01/2020, 18:34 WIB
Pedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAPedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing.

KOMPAS.com - Sejak dulu, kelelawar tidak hanya dijadikan sebagai obat tradisional tetapi juga dihidangkan sebagai makanan.

Baca juga: Kelelawar Diduga Penyebar Virus Corona, Mengapa Ada Tradisi Menyantap Kelelawar?

Bagaimana rasa kelelawar? Beberapa orang menyebutkan rasanya seperti daging burung puyuh. Seperti diungkapkan seorang pelanggan di sebuah warung di Gunungkidul, Yogyakarta yang menjual hidangan codot.

"Enak kok rasanya, mirip puyuh tetapi katanya lebih sehat," ucap pelanggan itu.

Senada dengan hal itu, seperti tertulis di buku "The Oxford Companion to Food" (1999) oleh Alan Davidson, rasanya lebih kaya daripada daging ayam, lebih mirip dengan burung-burung liar yang biasa diburu.

Terdapat beberapa negara yang menghidangkan kelelawar sebagai makanan. Seperti dikutip dari buku “Extreme Cuisine: The Weird & Wonderful Foods that People Eat” (2004) yang ditulis Jerry Hopkins, menyebutkan beberapa negara di Asia dan Pasifik.

Negara tersebut antara lain Indonesia, Palau, China dan negara-negara lainnya. Sebagian besar negara di Asia Tenggara memiliki kuliner khas kelelawar.

Sementara itu, beberapa negara memiliki tradisi menyantap kelelawar dari masa lampau seperti Jepang dan Italia. Namun, praktek ini sudah mulai menghilang bahkan terlarang, karena kelelawar jenis yang disantap mengalami kepunahan.

China

China memiliki tradisi menyantap hidangan dari bahan-bahan "ekstrem". Salah satunya adalah kelelawar.

Sup kelelawarTwitter Sup kelelawar

Hingga saat ini, kelelawar masih menjadi hidangan yang kerap disantap masyarakat. Baik diolah menjadi sup atau dibakar.

Indonesia

Sementara di Indonesia, orang Minahasa di Sulawesi Utara, memiliki hidangan kelelawar yang disebut paniki. Melansir States of Splendor, kelelawar yang digunakan untuk paniki adalah kelelawar pemakan buah.

Baca juga: Makanan Minahasa, Ketika Tikus Mengalahkan Sapi

Biasanya, kelelawar pemakan buah memiliki bentuk tubuh yang sedikit lebih besar dari kelelawar pada umumnya. Paniki juga dimakan di beberapa daerah di Kepulauan Maluku.

Paniki, makanan yang dibuat dari daging kelelawar di pesta kuliner Festival Teluk Jailolo, Kamis (29/5/2014).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Paniki, makanan yang dibuat dari daging kelelawar di pesta kuliner Festival Teluk Jailolo, Kamis (29/5/2014).

Oleh karena itu, kelelawar jenis tersebut dipilih agar penyantap lebih puas dalam menikmati sup paniki.

Biasanya kelelawar dibakar untuk dihilangkan bulunya. Lalu dimasak dengan santan dan bumbu seperti bawang merah, bawah putih, cabai, serai, dan lainnya.

Baca juga: Menikmati Kuliner Ekstrem di Gunungkidul, Berani?

Selain itu di Gunungkidul, Yogyakarta, juga ada makanan khas yang dibuat dari kelelawar buah atau codot.

Sebuah warung di desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, yang dikelola secara turun temurun tiga generasi yang menjual codot dibacem.

Sementara itu, di Kalimantan juga ada kuliner khas yang menggunakan bahan kelelawar. Hidangan ini disebut bangamat.

Thailand

Sementara di Thailand, melansir South China Morning Post, kelelawar direbus hidup-hidup dalam air yang sudah dicampur beberapa bumbu dan rempah yang sudah dihaluskan.

Kemudian, mengutip buku “Strange Food” yang ditulis oleh Jerry Hopkins, di beberapa restoran kecil dekat Ratchaburi, Thailand, kelelawar bakar dan goreng dihidangkan dalam bentuk utuh.

Kelelawar bakar juga dijadikan sebagai santapan di beberapa area kaki gunung yang membatasi Thailand dan Myanmar.

Palau

Salah satu negara yang terkenal akan hidangan kelelawar adalah Palau. Melansir Travel Food Atlas, kelelawar merupakan hidangan tradisional khas negara kepulauan tersebut.

sup kelelawar khas Palau©SoraNews24 sup kelelawar khas Palau

Biasanya, kelelawar pemakan buah akan direbus terlebih dahulu lengkap dengan bulunya.

Kemudian, kelelawar dimasak dengan jahe, santan, beberapa rempah, dan potongan sayuran. Lalu dihidangkan dalam sebuah mangkuk besar.

Seychelles

Di Seychelles, kelelawar pemakan buah diolah menjadi hidangan civet de chauve souris. Ini semacam hidangan rebusan yang dimasak dengan kuah kental, mirip dengan kari.

Melansir Taste Atlas, kelelawar pemakan buah dikuliti terlebih dahulu.Selanjutnya, daging akan dimarinasi menggunakan cuka dan anggur merah.

Kemudian dimasak dengan menggunakan berbagai macam bumbu pelengkap dan rempah-rempah. Dalam penghidangannya, biasanya kari akan dilengkapi dengan nasi hangat atau kentang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X