Bukan Turis China yang Terbanyak Datang ke Bali

Kompas.com - 27/01/2020, 18:04 WIB
Wisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AWisatawan asing berada di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pemerintah memangkas target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini dari 15 juta menjadi 14 juta wisatawan akibat erupsi Gunung Agung di Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com –  Turis Australia kembali jadi nomor satu sebagai wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Bali pada 2019. Turis Australia berhasil mengalahkan turis China yang sejak 2017 selalu jadi pemuncak daftar tersebut.

Dilansir dari watoday.com, berdasarkan data dari Indonesia Institute Inc jumlah turis Australia di Bali pada 2019 meningkat sekitar 5,24 persen.  Sementara jumlah turis China yang berkunjung ke Bali terus menurun.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, pada 2017 jumlah wisatawan Australia di Bali adalah 1.062.039 orang. Jumlah tersebut meningkat jadi 1.169.215 orang pada 2018.

Dari data yang dirilis oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai, jumlah wisatawan Australia pada 2019 meningkat lagi jadi 1.230.133.

Sementara itu wisatawan China berjumlah 1.196.497 orang pada 2019. Ada selisih sekitar 33 ribu orang dengan penurunan sekitar 15 persen dari jumlah 1.380.687 wisatawan pada 2018.

Baca juga: Bagaimana Virus Corona Berdampak pada Pariwisata Bali?

Turis Australia telah lama masuk dalam daftar sumber turis tertinggi untuk Bali. Sekitar satu juta turis berlibur ke Bali pada 2016.

Pada 2017, China mulai naik menjadi nomor satu pasca kebijakan zero-dollar di dunia pariwisata China.

Kebijakan tersebut memungkinkan turis China mendapatkan paket tur ke Bali yang sangat murah. Hal tersebut menyebabkan kenaikan signifikan turis China. Berdasarkan data BPS Bali, jumlah tersebut meningkat drastis dari 975.152 pada 2016 menjadi 1.356.412 pada 2017.

Pada 2019, data Indonesia Institute Inc menyebutkan ada sekitar 1,23 juta turis Australia mengunjungi Bali, melewati angka perkiraan 1,1 juta sekaligus membuat rekor baru.

Mengapa turis Australia senang ke Bali?

Para peselancar siang untuk berselancar di pagi hari di Pantai batu Bolong, CangguKompas.com / Gabriella Wijaya Para peselancar siang untuk berselancar di pagi hari di Pantai batu Bolong, Canggu

Menanggapi hal ini, menurut Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Provinsi Bali I Ketut Ardana, turis Australia memang selalu jadi salah satu pasar turis besar untuk Bali.

“Mau sedang kasus apa pun mereka pasti datang. Karena mereka merasa traveling ke Bali itu lebih murah dari pada di dalam negeri. Bali juga salah satu yang terdekat, mereka bisa beli paket tur dengan harga murah,” jelas Ketut ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (26/01/2020).

“Secara cost juga lebih rendah daripada traveling di negaranya sendiri. Sehingga memang bagi Australia ini jadi second home dia untuk liburan. Jarak dekat, nyaman, makan dan minum gampang dicari, cocok, serta murah,” lanjut Ketut.

Jarak antara Bali dan Australia yang relatif dekat jadi alasan mengapa banyak turis Australia yang berdatangan ke Bali. Penerbangan ke Bali dari Perth misalnya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Baca juga: Sabtu Rebahan di Bali, Staycation di 5 Resor Kawasan Canggu

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa. Menurutnya, jarak Bali yang relatif dekat dan harga liburan murah merupakan daya tarik turis Australia ke Bali.

“Nilai dolar mereka dengan rupiah kan berbeda. Ada kurs mata uang itu memberikan peluang juga bagi pariwisata kita,” ujar Putu ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (26/1/2020).

Untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah turis Australia dan turis dari negara lainnya, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Putu, ia akan berusaha untuk meningkatkan mutu dan atraksi yang ada di Bali dan memperhatikan keberlanjutannya.

Selain itu, secara bertahap ia juga mengatakan bahwa gubernur Bali sedang mempersiapkan beberapa hal untuk meningkatkan mutu pariwisata di Bali. Mulai dari memperluas bandara, memberikan akses kapal pesiar di Tanjung Benoa, penataan pura, serta pusat kebudayaan.

Baca juga: 22 Tempat Wisata Dunia yang Rusak karena Pariwisata, Salah Satunya Bali



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X