Virus Corona China dan Dampaknya pada Pariwisata Bali

Kompas.com - 28/01/2020, 06:54 WIB
Ilustrasi wisatawan asal China di pantai. Dok. ShutterstockIlustrasi wisatawan asal China di pantai.

KOMPAS.com - Bali merupakan salah satu destinasi favorit turis China di Indonesia. Tak ayal, saat mencuat isu virus corona, sejumlah pihak memprediksi akan terjadi sedikit penurunan jumlah kunjungan.

Apalagi, Pemerintah China baru-baru ini melarang biro perjalanan wisata setempat untuk menyelenggarakan perjalanan kelompok (group tour) ke luar negeri, imbas dari penyebaran virus corona.

Kompas.com mengulas lengkap soal virus corona dan dampaknya pada pariwisata di Bali.

Turis China bukan yang terbanyak datang ke Bali

Turis Australia kembali jadi nomor satu sebagai wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Bali pada 2019. Turis Australia berhasil mengalahkan turis China yang sejak 2017 selalu jadi pemuncak daftar tersebut.

Dilansir dari watoday.com, berdasarkan data dari Indonesia Institute Inc jumlah turis Australia di Bali pada 2019 meningkat sekitar 5,24 persen. Sementara jumlah turis China yang berkunjung ke Bali terus menurun, 1.196.497 orang pada 2019.

Ada selisih sekitar 33 ribu orang dengan penurunan sekitar 15 persen dari jumlah 1.380.687 wisatawan pada 2018.

Klik link berikut untuk mengetahui informasi turis China bukan yang terbanyak datang ke Bali.

Grup tour China ke luar negeri dilarang

 

Larangan Pemerintah China untuk biro perjalanan wisata setempat menyelenggarakan perjalanan kelompok ke luar negeri mulai efektif pada Senin (27/1/2020). 

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X