Pengembangan Pariwisata Yogyakarta Andalkan Masyarakat

Kompas.com - 28/01/2020, 10:08 WIB
Kendaraan melintas di perempatan Tugu, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016). Bangunan cagar budaya Tugu yang juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih itu menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKendaraan melintas di perempatan Tugu, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016). Bangunan cagar budaya Tugu yang juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih itu menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2020 pada Kamis (23/1/2020) malam di Bukit Lintang Sewu Mangunan, Bantul, Yogyakarta.

Guna melancarkan perhelatan 283 acara itu Yogyakarta menerapkan model penanganan Community Based atau berpusat pada masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo ketika ditemui usai acara CoE mengatakan model berbasis masyarakat ini merupakan modal dasar pengembangan pariwisata di Yogyakarta.

Baca juga: Supoyo, Alternatif Oleh-oleh Kekinian di Yogyakarta

"Jadi masyarakat yang akan bergerak dan ini adalah modal dasar kita. Kalau kemudian masyarakat yang pertama kali bergerak untuk membangun pariwisata, maka itu akan tercipta sebuah suasana gotong royong yang baik sehingga akan menimbulkan pelayanan yang baik pula," kata Singgih kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Singgih mencontohkan salah satu tempat wisata tempat berlangsungnya peluncuran CoE DIY 2020 yaitu Bukit Lintang Sewu Mangunan. Ia mengatakan tempat ini merupakan satu contoh bagaimana partisipasi masyarakat sekitar berperan besar dalam pengembangan pariwisata.

Lanjutnya, hal ini juga akan berdampak positif bagi pariwisata di antaranya keinginan wisatawan untuk selalu datang kembali ke Yogyakarta.

Puncak Becici di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (28/6/2017).KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Puncak Becici di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (28/6/2017).

Selain itu berkat kenyamanan yang diterima wisatawan, Singgih menambahkan masyarakat sekitar tempat wisata juga akan terbantu perekonomiannya.

"Dan itu adalah berkah bagi sebuah destinasi atau berkah bagi masyarakat sekitar lokasi," tambahnya.

Singgih juga mengatakan, hadirnya bandara baru yaitu Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport akan menjadi harapan bagi perkembangan pariwisata DIY.

Baca juga: Warung Kopi Klotok, Tempat Makan di Yogyakarta dengan Suasana Pedesaan

Bandara Internasional Yogyakarta dinilai mampu mendatangkan wisatawan yang lebih banyak terutama untuk wisatawan mancanegara.

"Karena di YIA pesawat yang paling besar pun bisa mendarat di sana. Potensi untuk direct flight saya kira juga akan lebih banyak lagi karena areanya dan daya tampung di sana semakin lebar," ujarnya.

Saat ini, Yogyakarta tengah menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara asal Asia. Hadirnya bandara baru diharapkan mampu mendongkrak kunjungan tersebut.

"Dengan bandara baru saya kira akan ada tambahan direct flight terutama di Asia, jadi seperti Bangkok, Vietnam, Australia dan lainnya itu adalah bagian yang kita dorong supaya wisatawan yang sudah berada di Asia Tenggara juga akan lebih murah datang ke Yogyakarta. Saya kira poinnya itu," jelasnya.

Baca juga: Penginapan Dekat Keraton Yogyakarta, di Bawah Rp 300.000-an

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X