Kompas.com - 28/01/2020, 11:17 WIB
Taman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih Surabaya NICHOLAS RYAN ADITYA/KOMPAS.comTaman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Kota Surabaya memiliki beragam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, termasuk 27 taman di Kota Pahlawan tersebut.

Salah satu taman yang menarik untuk dikunjungi adalah Taman Harmoni atau biasa disebut Taman Hutan Kota KeputihKompas.com berkesempatan berkunjung pada Senin (27/1/2020).

Apa yang menarik dari taman ini? Adalah sejarah dan perubahannya. Taman yang berdiri sejak tahun 2014 ini dulunya merupakan tempat pembuangan sampah akhir di Surabaya.

"Dulunya sampah-sampah Kota Surabaya numpuknya di sini, sekarang sampah-sampah sudah dipindah ke TPS Tandes sana," kata pemandu wisata Surabaya dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Timur, Kojin kepada Kompas.com.

Baca juga: 25 Wisata Keluarga di Malang, Terbaru Ada Spot ala Korea di Taman Bunga

Taman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih SurabayaNICHOLAS RYAN ADITYA/KOMPAS.com Taman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih Surabaya
Kojin melanjutkan, area yang sudah bersih dari sampah itu lalu beralih fungsi menjadi taman oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Lima tahun berselang, Mei 2019, taman ini diresmikan Risma sebagai salah satu taman terbesar di kota Surabaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pantauan Kompas.com, Taman Hutan Kota Keputih memiliki beberapa kebun bunga seperti bunga matahari hingga bunga sakura.

 

Sayangnya, saat kami berkunjung, bunga sakura belum bisa terlihat mekar karena masuk musim hujan.

Taman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih SurabayaNICHOLAS RYAN ADITYA/KOMPAS.com Taman Harmoni atau Taman Hutan Kota Keputih Surabaya
Namun kamu bisa melihat jenis bunga lain yang bermekaran di taman seluas 40 hektar ini. ada juga hutan pohon bambu yang rindang dan cocok dijadikan spot foto Instagramable.

Kojin mengatakan, para pengunjung biasanya datang untuk berfoto di taman bunga atau sekadar bersantai di sore hari.

Taman ini biasanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Siapa saja bisa berkunjung tanpa dikenakan biaya alias gratis.

Tertarik mengunjungi Taman Hutan Kota Keputih? Jika sedang di kota Surabaya, arahkan kendaraanmu ke Jalan Keputih Tegal Timur nomor 249, Keputih, Kota Surabaya.

Kamu cukup membayar biaya parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan mobil Rp 5.000. Taman ini buka mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.