Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Saus Yu Sheng Harus Ditumpahkan Searah Jarum Jam?

Kompas.com - 30/01/2020, 16:18 WIB
Nabilla Ramadhian,
Silvita Agmasari

Tim Redaksi

Setelah itu, taburi bubuk merica dan kayu manis sembari meneriakkan “Zhao Cai Jin Bao” agar seluruh harapan yang diinginkan di tahun ini cepat terwujud. Kepercayaan lain dalam meneriakkan kalimat tersebut adalah kamu akan menarik lebih kekayaan dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Apa Itu Imlek dan Mengapa Identik dengan Sembahyang?

Kemudian, langkah yang paling ditunggu-tunggu adalah penyiraman saus yang terbuat dari campuran minyak goreng dan minyak wijen di atas tumpukan yu sheng dengan cara melingkar searah jarum jam.

Selain saus tersebut, terdapat juga saus prem yang dituang setelah saus yang terbuat dari campuran minyak goreng dan minyak wijen. Cara penuangan saus ini juga sama, yaitu dengan gerakan melingkar searah jarum jam.

Terkait penggunaan saus prem, hal tersebut digunakan agar sajian yu sheng memiliki rasa manis.

Tidak hanya itu, makna dibalik penggunaan saus prem adalah agar tahun ini terasa “manis”, yaitu tidak ada kejadian buruk yang akan menimpa. Semua hal yang terjadi akan selalu yang baik-baik saja.

Baca juga: Sejarah dan 5 Fakta Lain Seputar Angpao di Budaya Tionghoa

Kata-kata yang diucapkan dalam menuang saus prem adalah “Tian Tian Mi Mi” yang berarti “Semoga tahun ini semua yang terjadi terasa manis”.

“Selanjutnya kita akan ambil crackers berwarna emas. Taburkan ke Yu Sheng sambil bicara “Man Di Huang Jin”. Simbol dari seluruh lantai akan dilapisi emas. Penuh berkat dan juga akan melimpah nantinya,” kata Bambang.

Prosesi dilanjutkan dengan menaburi kacang tanah, wijen, udang kering, dan garam. Biasanya ketiga bahan makanan tersebut akan disediakan di dalam mangkuk kecil terpisah. Untuk menaburinya, kamu bisa menggunakan sumpit.

Penaburan kacang tanah di atas tumpukan Yu Sheng yang telah di sediakan di dalam sebuah mangkuk kecil di Anigre Restaurant, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jumat (24/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Penaburan kacang tanah di atas tumpukan Yu Sheng yang telah di sediakan di dalam sebuah mangkuk kecil di Anigre Restaurant, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jumat (24/1/2020).

Seusai menyelesaikan semua langkah, segera aduk yu sheng setinggi-tingginya. Tinggi yang disarankan adalah yang melebihi kepala.

Sebab, terdapat kepercayaan bahwa mengaduk yu sheng dengan mengangkat tangan lebih tinggi dari kepala akan membuat umur semakin panjang.

Dalam mengaduk yu sheng, jangan lupa untuk mengucapkan “Lo Hei” yang berarti “Pelemparan kemakmuran”.

Mencicipi rasa yu sheng yang unik

Yu sheng yang telah diaduk tentu memiliki rasa yang unik. Terlebih lagi yu sheng juga terdiri dari beberapa kombinasi bahan makanan yang mungkin pada hari-hari biasa tidak akan dicampurkan dalam pembuatan makanan sehari-hari.

Oleh karena itu, mencicipi yu sheng di malam menjelang Tahun Baru Imlek merupakan sebuah pengalaman tersendiri. Khususnya bagi mereka yang masih asing akan hidangan tersebut.

Seluruh potongan wortel dan lobak yang diiris panjang menyerupai mi tidak akan memiliki tekstur keras ketika disantap melainkan sedikit lentur seperti mi.

Sebab, mereka sudah terkena dua jenis saus yang dituangkan. Wortel dan lobak tersebut juga memiliki percampuran rasa gurih, manis, dan asin.

Baca juga: Yu Sheng, Tradisi Imlek dari Singapura yang Menyebar ke Indonesia

Sementara untuk rumput laut, rasanya cenderung lebih ke gurih, asin, dan sedikit asam karena bagian yang dicicipi tidak terkena taburan bubuk kayu manis.

Tekstur dari rumput laut yang dicicipi juga tetap kenyal meskipun sedikit lembek dan licin karena terendam dalam saus prem.

Bagi pemula, tentu rasa yu sheng akan membuat lidah terkejut. Sebab, dalam satu kali telan, kamu akan disambut dengan rasa asin, gurih, dan manis yang tercampur menjadi rasa unik khas yu sheng.

Apabila kamu menyukai hidangan manis dan gurih, mungkin kamu akan menyukai yu sheng karena kedua rasa tersebut sangat mendominasi hidangan ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Ribuan Orang Padati Kawasan Pantai Gunungkidul pada Libur Lebaran

Travel Update
Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Hingga Hari Kedua Lebaran, Candi Prambanan Dikunjungi 15.000 Orang

Travel Update
Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Lebih dari 200.000 Orang ke Ancol Lebaran 2024, Puncaknya Hari Kedua

Travel Update
Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Cegah Parkir Penuh Saat Lebaran 2024, Ancol Siapkan 97 Bus Gratis

Travel Update
Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Okupansi Kamar Hotel di Nusa Dua Bali Capai 80 Persen, Mayoritas Tamu Domestik 

Hotel Story
Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah 

Jalan Jalan
Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Bus Wisata TransJakarta Tema Pencakar Langit, Simak Rute dan Tema Lain

Jalan Jalan
Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Promo Tiket Masuk Rivera, Tempat Wisata untuk Anak di Bogor

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com