Wabah Virus Corona, Singapura Larang Kunjungan dari Pelancong China

Kompas.com - 01/02/2020, 11:00 WIB
Petugas medis menyeberang menuju gedung National Centre for Infectious Diseases di RS Tan Tock Seng, Singapura, Jumat (31/1/2020). AFP/ROSLAN RAHMANPetugas medis menyeberang menuju gedung National Centre for Infectious Diseases di RS Tan Tock Seng, Singapura, Jumat (31/1/2020).

Sementara itu, 2 kasus baru virus corona lainnya menjangkit 2 warga negara China. Seorang pria berusia 31 tahun yang mempunyai izin kerja di Singapura dan baru saja tiba di Singapura pada 26 Januari 2020 seteleh berkunjung ke Provinsi Hubei.

Kemudian seorang pria berusia 38 tahun yang tiba dari Wuhan pada 22 Januari 2020.

Virus corona telah menjangkit hampir 10.000 orang di seluruh dunia, termasuk 213 meninggal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menyatakan bahwa wabah virus corona sebagai keadaan kesehatan darurat masyarakat internasional.

Larangan kunjungan dari pelancong China merupakan lanjutan dari pengumuman Singapura pada Rabu (29/01/2020), bahwa negara ini melarang kunjungan dari pelancong yang baru saja berkunjung ke Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona. Wuhan adalah ibu kota Provinsi Hubei.

Ini pertama kali Singapura memberlakukan larangan kunjungan karena masalah kesehatan. Pada tahun 2003 saat wabah sars menyebar, Singapura tak melakukan larangan kunjungan.

Penduduk Singapura yang telah berkunjung ke China tetap diizinkan untuk kembali ke Singapura, namun harus berdiam di rumah selama kira-kira 14 hari.

Langkah larangan kunjungan dari pelancong China ini berdasarkan penilaian otoritas setempat bahwa akan lebih banyak warga di China yang terjangkit virus corona.

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, yang juga bertugas untuk menangani persoalan wabah virus corona, mengatakan bahwa larangan kunjungan ini tidak ada hubungannya dengan kewarganegaraan tapi lebih kepada pembatasan munculnya kasus baru dan mengurangi dampak penyebaran virus corona di Singapura.

"Tidak mudah untuk mengesampingkan potensi adanya kasus virus corona baru dari luar Provinsi Hubei. Mengingat bahwa Singapura sebagai pusat transportasi dan jumlah perjalanan antara China dan Singapura," jelas Lawrence Wong.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X