Tukang Foto Keliling Monas Masih Eksis Hingga Kini

Kompas.com - 01/02/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi fotografer Thinkstockphotos.comIlustrasi fotografer

Dimulai dari kamera analog, kamera poket, kamera DSLR, alat pencetak foto profesional di rumahnya, hingga alat pencetak foto portable, semuanya mampu dibeli dari penghasilannya sebagai tukang foto keliling Monas.

Walaupun jumlah wisatawan yang meminta fotonya dicetak tidak sebanyak dulu, Rony mengatakan jasa tukang foto keliling masih diminati pengunjung Monas.

“Sering sekali wisatawan minta foto tapi tidak dicetak. Kami (tukang foto keliling Monas) kenakan Rp 5.000 untuk mengirim foto dari kartu memori kamera ke hp mereka,” kata Rony.

Ditinggal pergi begitu saja

Kompas.com memantau terdapat beberapa tukang foto keliling berkumpul di halte Mobil Wisata pintu masuk Monas dekat Parkir IRTI dan pujasera Lenggang Jakarta.

Baca juga: 7 Aktivitas Liburan yang Bisa Anda Coba di Monas

Di sana, mereka menawarkan jasa foto kepada para wisatawan yang baru tiba dan sedang menunggu kedatangan kendaraan pengantar menuju pintu masuk Tugu Monas.

Uniknya, sebagian dari tukang foto keliling mencetak foto wisatawan terlebih dahulu yang kemudian ditawarkan kepada wisatawan lain sebagai contoh produk hasil tangkapan kamera mereka.

“Ini salah satu dukanya selain permintaan cetak foto yang menurun. Banyak wisatawan yang minta foto terlebih dulu, ketika sudah dicetak, mereka pergi. Bilangnya mau ke dalam Tugu Monas dulu. Setelah ditunggu sampai sore kok tidak pernah muncul,” tutur Rony.

Menurut Rony, kebiasaan beberapa wisatawan tersebut tidak pernah hilang dari dulu.

Sebab, mereka tidak pernah bertanya dan kurang mendengarkan penjelasan para tukang foto keliling. Mereka langsung meminta foto dan mencetaknya, baru bertanya soal harga.

Jika harga dirasa tidak cocok, mereka akan pergi begitu saja tanpa membayar sepeserpun akan foto yang telah dicetak.

“Kalau begitu ya kita langsung buang fotonya. Sangat rugi karena kertas foto kan mahal, alat yang kami beli pakai modal sendiri juga mahal. Ada yang nawar harga, tapi anjlok sekali. Ya namanya juga hidup ada dukanya,” tutur Rony.

Kerja sampingan

Selain menjadi tukang foto keliling di Monas, Rony juga memiliki kerja sampingan di sebuah hotel di Jakarta. Hampir setiap minggu dia dipanggil untuk mendokumentasikan acara di hotel tersebut.

Akan tetapi, dia tidak akan mengambil jadwal acara di hari Sabtu dan Minggu.

“Dibandingkan bayaran dari hotel itu, jadi tukang foto keliling di Monas setiap akhir pekan jauh lebih menguntungkan. Karena ramai pengunjung dari pagi hingga malam,” kata Rony.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Ada Vaccine Drive Thru di Bali, Rencana untuk Wisata Berbasis Vaksin

Travel Update
7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

Travel Tips
Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Travel Update
Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Travel Update
PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Travel Update
Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Travel Update
Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Travel Update
Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Travel Update
Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Travel Update
Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Travel Update
Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X