Tukang Foto Keliling Monas Masih Eksis Hingga Kini

Kompas.com - 01/02/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi fotografer Thinkstockphotos.comIlustrasi fotografer

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdapat beberapa tempat wisata yang memiliki tukang foto keliling untuk membantu kamu mengambil gambar dan mencetak foto di tempat. Salah satunya Monas, wisata populer berlokasi di Jakarta Pusat.

Baca juga: Jalan-jalan ke Monas, Sudah Tahu 5 Fakta Ini?

 

Profesi tersebut bukanlah sesuatu yang baru terjadi melainkan sudah ada bertahun-tahun lamanya.

Akan tetapi, era kian modern. Sebagian masyarakat lebih mengandalkan ponsel canggih atau kamera sendiri untuk mengambil foto. Lantas, bagaimana nasib tukang foto keliling di Monas kini?

“Tentu lebih mending dulu dibandingkan dengan sekarang. Sekarang masih berkecukupan untuk memberi makan keluarga, tapi penghasilan lebih banyak dulu. Banyak yang minta foto dan cetak,” tutur Rony, salah seorang tukang foto keliling Monas saat ditemui Kompas.com, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dulu, Rony mampu mencetak hingga ratusan foto setiap harinya. Kini, ia hanya mampu mencetak kurang lebih 20 foto per hari.

Rony mengatakan bahwa keuntungan yang didapat tukang foto keliling dinilai dari jumlah cetakan foto.

Sebab, meskipun dia hanya mampu menggaet satu atau dua orang untuk menggunakan jasa fotonya, setiap orang biasanya akan meminta lebih dari satu foto untuk dicetak.

“Sempat waktu itu ada satu kelompok wisatawan yang minta hingga belasan fotonya dicetak. Sudah pasti menguntungkan karena satu cetak foto kan Rp 15.000,” tutur Rony.

Sudah bekerja lebih dari 10 tahun, Rony masih menekuni profesi tersebut karena hobi. Menurutnya, pekerjaan apapun yang dilakukan atas dasar kesukaan tetap membuatnya senang meski pendapatan tidak seberapa.

Walaupun harga penawaran jasa foto dan cetak hanya Rp 15.000 per foto, namun Rony mengatakan dia mendapatkan modal balik yang cukup menguntungkan.

Dimulai dari kamera analog, kamera poket, kamera DSLR, alat pencetak foto profesional di rumahnya, hingga alat pencetak foto portable, semuanya mampu dibeli dari penghasilannya sebagai tukang foto keliling Monas.

Walaupun jumlah wisatawan yang meminta fotonya dicetak tidak sebanyak dulu, Rony mengatakan jasa tukang foto keliling masih diminati pengunjung Monas.

“Sering sekali wisatawan minta foto tapi tidak dicetak. Kami (tukang foto keliling Monas) kenakan Rp 5.000 untuk mengirim foto dari kartu memori kamera ke hp mereka,” kata Rony.

Ditinggal pergi begitu saja

Kompas.com memantau terdapat beberapa tukang foto keliling berkumpul di halte Mobil Wisata pintu masuk Monas dekat Parkir IRTI dan pujasera Lenggang Jakarta.

Baca juga: 7 Aktivitas Liburan yang Bisa Anda Coba di Monas

Di sana, mereka menawarkan jasa foto kepada para wisatawan yang baru tiba dan sedang menunggu kedatangan kendaraan pengantar menuju pintu masuk Tugu Monas.

Uniknya, sebagian dari tukang foto keliling mencetak foto wisatawan terlebih dahulu yang kemudian ditawarkan kepada wisatawan lain sebagai contoh produk hasil tangkapan kamera mereka.

“Ini salah satu dukanya selain permintaan cetak foto yang menurun. Banyak wisatawan yang minta foto terlebih dulu, ketika sudah dicetak, mereka pergi. Bilangnya mau ke dalam Tugu Monas dulu. Setelah ditunggu sampai sore kok tidak pernah muncul,” tutur Rony.

Menurut Rony, kebiasaan beberapa wisatawan tersebut tidak pernah hilang dari dulu.

Sebab, mereka tidak pernah bertanya dan kurang mendengarkan penjelasan para tukang foto keliling. Mereka langsung meminta foto dan mencetaknya, baru bertanya soal harga.

Jika harga dirasa tidak cocok, mereka akan pergi begitu saja tanpa membayar sepeserpun akan foto yang telah dicetak.

“Kalau begitu ya kita langsung buang fotonya. Sangat rugi karena kertas foto kan mahal, alat yang kami beli pakai modal sendiri juga mahal. Ada yang nawar harga, tapi anjlok sekali. Ya namanya juga hidup ada dukanya,” tutur Rony.

Kerja sampingan

Selain menjadi tukang foto keliling di Monas, Rony juga memiliki kerja sampingan di sebuah hotel di Jakarta. Hampir setiap minggu dia dipanggil untuk mendokumentasikan acara di hotel tersebut.

Akan tetapi, dia tidak akan mengambil jadwal acara di hari Sabtu dan Minggu.

“Dibandingkan bayaran dari hotel itu, jadi tukang foto keliling di Monas setiap akhir pekan jauh lebih menguntungkan. Karena ramai pengunjung dari pagi hingga malam,” kata Rony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X