Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/02/2020, 08:40 WIB

"Menu daging asap sangat terjangkau harganya, bisa untuk sendiri atau rame-rame. Kalau Single Platter buat sendiri harganya Rp 80.000 ribu, Double Platter buat berdua harganya Rp 165.000, dan Share Platter buat 4-5 orang harganya Rp 300.000," jelas pemuda kelahiran 1996 ini.

Olahan daging khas Bellywise itu dipanggang di dalam tong smoker atau tungku selama 18 jam, sebelum diolah menjadi berbagai jenis makanan yang siap disajikan.

Tungku tersebut juga dibuat sendiri dan dipanaskan dengan api yang menggunakan kayu bakar.

"Kayu yang dibakar dari pohon kelengkeng atau rambutan. Kayunya dipilih yang tua yang udah gak panen lagi. Itu berpengaruh pada aroma dan cita rasa daging asap khas Bellywise," katanya.

Selain itu, pengolahan daging tersebut membutuhkan orang khusus atau lebih familiar dengan sebutan pit master.

Saat ini, Faiz telah memiliki 12 karyawan yang semuanya harus memiliki keterampilan memasak dan mengolah bumbu-bumbu daging asap. Selain itu omsetnya pun kini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulannya.

Baca juga: Jelajah Kota Lama Semarang, Ikuti Itinerary 1 Hari Berikut Ini

Kendati demikian, bisnis yang sudah dijalankannya hampir tiga tahun ini bukan tak mengalami kendala.

“Kalau kendala awalnya ya itu modal. Karena dulu kan masih mahasiswa, jadi modalnya pas-pasan, sama modal nekat juga. Jadinya sempat pinjam uang orangtua untuk memulai. Ayah sempat ragu, tapi saya jadikan motivasi dan ku buktikan sekarang," katanya.

Faiz yang mengidolakan sosok pengusaha ternama Gary Vee ini pun mengungkapkan suka dukanya menggeluti dunia kuliner ini.

"Kalo sukanya ya tiap hari ada pengalaman baru buat ketemu orang yang beda-beda dan random, bisa belajar karakter pelanggan dan nambah relasi. Kalau susahnya ya pas atur jadwal operasional dan ketika ada komplain pelanggan, yang gak bisa cepat di handle, jadi takut kecewain aja," pungkasnya.

Untuk pengembangan bisnis, Faiz mengaku akan terus melakukan inovasi yakni dengan menambah makanan di baru yang lebih mengedepankan proses pembuatan secara homemade.

Baca juga: 12 Rekomendasi Kuliner Semarang dari Warga Lokal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+