Cegah Wabah Virus Corona, Rusia Larang Kunjungan Pelancong dari China

Kompas.com - 02/02/2020, 16:29 WIB
Foto yang diambil pada 23 Januari, 2020, menunjukkan seorang turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus. AFP/DIMITAR DILKOFFFoto yang diambil pada 23 Januari, 2020, menunjukkan seorang turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus.

KOMPAS.com - Larangan kunjungan (travel ban) untuk pelancong yang baru berkunjung dari China dilakukan sejumlah negara sebagai tindakan pencegahan penyebaran wabah virus corona.

Baca juga: Sikap Negara di Dunia sejak Virus Corona Merebak: Tutup Perbatasan hingga Stop Terbitkan Visa untuk Warga China

Dikutip dari Reuters, terdapat 2 kasus penemuan virus corona di Rusia pada Jumat (31/01/2020). Oleh karena itu, Rusia melarang adanya penerbangan langsung ke China, mitra dagang terbesar Rusia.

Dilansir dari Bloomberg, Rusia menutup perbatasan darat di Kremlin dengan China sejauh 4.209 kilometer bagi seluruh pelancong, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kementerian Luar Negeri Rusia menghimbau warganya untuk tidak berkunjung ke China. Pemerintah juga membatasi penerbitan visa untuk warga negara China.

Pada Sabtu (01/02/2020) Rusia menangguhkan perjalanan bebas visa bagi pelancong yang hendak pergi atau dari China untuk mencegah penyebaran wabah virus corona.

Untuk sementara waktu, Rusia juga akan berhenti menerima aplikasi maupun menerbitkan visa kerja bagi warga negara China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Foto yang diambil pada 29 Januari, 2020, menunjukkan turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus.AFP/DIMITAR DILKOFF Foto yang diambil pada 29 Januari, 2020, menunjukkan turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus.

Industri pariwisata digadang-gadang akan mengalami kerugian paling besar akibat dari penutupan perbatasan di Kremlin tersebut.

Perusahaan kereta api Rusia, JSC, memberhentikan sebagian besar layanan kereta api ke China, namun tetap mengadakan rute Moscow-Beijing.

Asosiasi Operator Perjalanan Rusia mengatakan larangan kunjungan terhadap tur grup dari China akan mengakibatkan kerugian bagi agensi perjalanan lokal sekitar 100 juta dollar dalam kurun waktu kuarter pertama tahun ini.

Diketahui bahwa Rusia dikunjungi pelancong dari China sekitar 1,3 juta pada 9 bulan pertama tahun 2019.

Bahkan Sheremetyevo, bandara terbesar Moskow, berfungsi sebagai pusat maskapai utama yang menghubungkan Eropa dan China. 

Pihak militer Rusia mulai mengevakuasi warga negara Rusia yang berada di China.

Menurut Reuters, proses evakuasi akan dilakukan pada Senin (03/02/2020) dan Selasa (04/02/2020) mendatang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.