4 Tempat Wisata Ramah Anak di Yogyakarta, Cocok untuk Akhir Pekan

Kompas.com - 03/02/2020, 20:12 WIB
Pengunjung berada di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoPengunjung berada di kawasan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Yogyakarta terkenal sebagai kota yang memiliki tempat wisata komplit. Di sana juga banyak tempat wisata yang terkenal cocok bagi anak-anak.

Tempat wisata berikut ini memberi edukasi bagi anak-anak, sembari rekreasi. Berikut adalah tempat wisata ramah anak di Yogyakarta:

1. Wildlife Rescue Centre Jogja

Pernah mendengar tempat untuk menyelamatkan satwa di Yogyakarta? Betul, tempat itu adalah Wildlife Rescue Center.

Wildlife Rescue Center bergerak pada bidang konservasi satwa liar yang dilindungi dan terancam punah dan merupakan lembaga non profit.

Tujuan dibentuknya WRC ini adalah perlindungan dan penyelamatan satwa yang penanganannya dalam bentuk rehabilitasi.

Baca juga: Penginapan Dekat Keraton Yogyakarta, di Bawah Rp 300.000-an

Rute untuk menuju lokasi WRC yang terletak di Kulonprogo bisa melalui Jalan Godean kemudian menuju Pasar Godean. Setelahnya, kamu bisa melewati jembatan Sungai Progo, Pasar Kenteng, Nanggulan dan tinggal mengikuti arahan menuju WRC.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Lagi. Kami menerima serahan burung langka merak hijau yang sebelumnya sudah dipelihara selama 15 tahun. Burung ini diserahkan melalui @bksdayogyakarta ke kami hari Jumat lalu. Kami cukup sering menerima burung merak yang sebelumnya merupakan satwa peliharaan. Maka dari itu kami himbau ke masyarakat utk stop memelihara satwa liar! Mereka lebih baik hidup di alam! ____________________________________ Again. We received an endangered female green peafowl that was previously kept for 15 years. This bird was submitted to us through @bksdayogyakarta . We quite often receiving this bird though, so we appeal you guys, please stop keep wild animals as pet! They are better living in the wild!. #conservation #wildliferehabilitation #wildliferescuecentre #wildlifeconservation #bird #peacock #nature #java #indonesia

A post shared by Wildlife Rescue Centre Jogja (@wrcjogja) on May 25, 2019 at 1:37am PDT

Anak-anak nantinya akan mengetahui bahwa memelihara satwa liar itu tidak baik untuk perkembangan satwa itu sendiri.

Di sana, anak-anak juga akan mendapatkan pengetahuan untuk merawat binatang peliharaan.

Untuk bisa masuk ke dalam Wildlife Rescue Center ini, cukup membayar sebesar Rp 10.000 per orang.

Biasanya akan ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp.2.000,00 untuk satu motor dan Rp 5.000 untuk satu mobil. Murah bukan?

2. Benteng Vredeburg

Disini pengujung dapat menjumpai berbagai koleksi karya seni, senjata peninggalan Belanda hingga patung-patung pahlawan.

Museum ini didirikan pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda. Tujuan dibangunnya museum tersebut untuk menjaga keamanan Kraton dan sekitarnya.

Ketika masih berfungsi sebagai benteng, Museum Benteng Vredeburg memiliki empat buah menara pengawas di setiap sudutnya.

Konon, empat menara tersebut berfungsi sebagai tempat tentara Belanda berjaga-jaga dan melepaskan tembakan ketika perang.

Baca juga: Spot Sunset di Yogyakarta, Kunjungi Bukit Paralayang Watugupit

Seiring berjalannya waktu, bangunan peninggalan yang sudah banyak yang rusak dipugar oleh pemerintah untuk menjadi museum.

Sekarang, setiap ruangan dan bangunan dalam Museum Benteng Vredeburg berfungsi sebagai diorama sekaligus objek pengingat perjuangan.

Diorama-diorama itu menggambarkan dari Perang Diponegoro, Agresi Militer tahun 1948 hingga masa Orde Baru.

Jam berkunjung ke Benteng Vredeburg mulai pukul 07.30-16.00 WIB. Harga tiket masuk untuk museum Benteng Vredeburg sekitar Rp 2000 hingga Rp 3000 saja.

Untuk menemukan museum ini sangat mudah. Kamu bisa berjalan-jalan di Malioboro. Letak museum tepat diujung jalan dan berdekatan dengan Titik Nol Km.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X