10 Makanan Ekstrem dari Indonesia, Berani Coba?

Kompas.com - 03/02/2020, 22:02 WIB
Pedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing. TRIBUNNEWS / DANY PERMANAPedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia terkenal akan kekayaan kuliner yang berbeda setiap daerah.

Jika berkunjung ke suatu daerah, uniknya kita bisa menemukan makanan khas. Ada beberapa makanan khas yang terbilang biasa bahkan ekstrem bagi pendatang.

Namun bagi warga lokal, makanan tersebut terbilang biasa, lezat, dan bergizi. Berikut adalah 10 makanan ekstrem di Indonesia, dikutip dari Tribun Travel:

1. Paniki

Orang Minahasa memiliki makanan khas yang disebut paniki. Paniki merupakan kelelawar pemakan buah yang dimasak dengan santan.

Kelelawar pemakan buah memiliki bentuk tubuh yang sedikit lebih besar dari kelelawar pada umumnya.

Oleh karena itu, kelelawar jenis tersebut dipilih agar penyantap lebih puas dalam menikmati sup paniki. Biasanya kelelawar dibakar untuk dihilangkan bulunya.

Lalu dimasak dengan santan dan bumbu seperti bawang merah, bawah putih, cabai, serai, dan lainnya.

Selain Minahasa, daerah lain di Indonesia yang memanfaatkan protein kelelawar adalah daerah Gunungkidul di Yogyakarta, beberapa daerah di Kepulauan Maluku dan Kalimantan.

Baca juga: Tak Hanya Sup Kelelawar di China, Ini Ragam Kuliner Kelelawar di Dunia

2. Didih

Didih disebut juga saren, adalah darah ayam bisa juga kambing atau sapi yang diolah dengan cara dikukus. Untuk menambah sedap didih hanya perlu menaburkan garam.

Makanan satu ini lebih mudah ditemui di daerah Jawa Timur, khususnya di penjual gulai.

Ulat sagu dalam keadaan hidup untuk dimakan.KOMPAS.com/Fidel Ali Ulat sagu dalam keadaan hidup untuk dimakan.

3. Sabeta

Kuliner ekstrem berikutnya ada Sabeta yang terbuat dari bahan ulat sagu. Sabeta bisa disantap di beberapa daerah seperti di Maluku dan Papua.

Jika di Maluku, Sabeta disajikan dalam olahan sate, sedangkan di Papua Sabeta sering dimakan mentah-mentah.

Baca juga: Apa Rasanya Makan Ulat Sagu Hidup-hidup di Raja Ampat?

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun Ini Taiwan Fokus Promosi Wisata Gunung dan Desa Budaya

Tahun Ini Taiwan Fokus Promosi Wisata Gunung dan Desa Budaya

Jalan Jalan
Pasca Banjir Jakarta, Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Kembali Layani Penumpang

Pasca Banjir Jakarta, Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Kembali Layani Penumpang

Whats Hot
Singapore Airlines dan Silk Air Batalkan 8 Rute Penerbangan ke Indonesia

Singapore Airlines dan Silk Air Batalkan 8 Rute Penerbangan ke Indonesia

Whats Hot
Wisata Saat Wabah Virus Corona, Ini Pengalaman Wisatawan Indonesia Saat di Bandara

Wisata Saat Wabah Virus Corona, Ini Pengalaman Wisatawan Indonesia Saat di Bandara

Whats Hot
Cara Refund Tiket KA karena Terdampak Banjir, Uang Kembali 100 Persen

Cara Refund Tiket KA karena Terdampak Banjir, Uang Kembali 100 Persen

Whats Hot
Jakarta Banjir, Perjalanan Kereta Api Jarak Dekat dan Jauh Mengalami Keterlambatan

Jakarta Banjir, Perjalanan Kereta Api Jarak Dekat dan Jauh Mengalami Keterlambatan

Whats Hot
Dikepung Banjir, Jadwal Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Tetap Normal

Dikepung Banjir, Jadwal Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Tetap Normal

Whats Hot
Banjir Jakarta, Ini Imbauan untuk Penumpang Pesawat di Bandara Soetta

Banjir Jakarta, Ini Imbauan untuk Penumpang Pesawat di Bandara Soetta

Whats Hot
Kereta Bandara Soetta Kembali Beroperasi Pasca Terdampak Banjir

Kereta Bandara Soetta Kembali Beroperasi Pasca Terdampak Banjir

Whats Hot
Tips Liburan ke Taiwan di Tengah Isu Virus Corona, Selalu Pakai Masker

Tips Liburan ke Taiwan di Tengah Isu Virus Corona, Selalu Pakai Masker

Travel Tips
Langkah-langkah Antisipasi Taiwan Menghadapi Virus Corona

Langkah-langkah Antisipasi Taiwan Menghadapi Virus Corona

Whats Hot
Banjir Jakarta, Perjalanan Kereta Bandara Soetta Sempat Dibatalkan

Banjir Jakarta, Perjalanan Kereta Bandara Soetta Sempat Dibatalkan

Whats Hot
Pengalaman Wisatawan Indonesia Liburan ke Luar Negeri saat Isu Corona

Pengalaman Wisatawan Indonesia Liburan ke Luar Negeri saat Isu Corona

Whats Hot
Virus Corona, Italia Tolak Usulan Kembali Dilakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Virus Corona, Italia Tolak Usulan Kembali Dilakukan Pemeriksaan di Perbatasan

Whats Hot
Skema Insentif untuk Industri Pariwisata Terkait Dampak Corona Diumumkan Hari Ini

Skema Insentif untuk Industri Pariwisata Terkait Dampak Corona Diumumkan Hari Ini

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X