Virus Corona Berdampak Pada Jumlah Wisatawan Outbound

Kompas.com - 04/02/2020, 18:02 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) bersiap dievakuasi kembali ke Tanah Air, di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Hubei, China, Sabtu (1/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di wilayah itu. AFP/HANDOUT/KBRI BEIJINGSejumlah warga negara Indonesia (WNI) bersiap dievakuasi kembali ke Tanah Air, di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Hubei, China, Sabtu (1/2/2020). Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di wilayah itu.

Untuk mengantisipasi dampak-dampak tersebut, Pauline menyarankan agar wisatawan nasional pergi ke destinasi wisata domestik. Menurutnya, ini juga bisa menjadi jalan promosi pariwisata Indonesia.

Baca juga: Wabah Virus Corona, 10.000 Wisatawan China Diprediksi Tak Jadi ke Bali

"Untuk menggantikan wisatawan mancanegara yang batal hadir atau planning bepergian outbound, kami harapkan bisa mengalihkan rute mempromosikan destinasi domestik," tambahnya.

Namun diakuinya, harapan tersebut akan berjalan sulit apabila harga tiket pesawat domestik yang relatif mahal.

"Cuma masih agak sulit karena terkendala dengan harga tiket pesawat domestik yang masih mahal," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum 1 Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies ( Asita) Budijanto Ardiansyah mengatakan perjalanan outbound juga berkurang dengan adanya virus Corona.

Namun diakuinya, hingga kini belum ada data secara detail berapa persen penurunan jumlah perjalanan ke kawasan China dan sekitarnya. Ia mengatakan ASITA memiliki solusi terhadap outbound dengan cara mengalihkan perjalanan ke wilayah sekitar China.

"Kalau yang ke China dialihkan ke kawasan-kawasan di sekitarnya, seperti Jepang, Korea, dan Thailand," ujarnya.

Senada dengan Pauline, ia juga mengkhawatirkan virus tersebut menimbulkan ketakutan wisatawan untuk pergi ke Asia.

Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja pemerintah negara-negara sekitar China yangg cepat tanggap dalam antisipasi virus. Ia percaya jika upaya-upaya yang telah dilakukan itu mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan ke Asia.

Baca juga: Alasan Wisatawan China Senang Berlibur ke Sulawesi Utara dan Antisipasi Virus Corona

"Ada sedikit kekhawatiran tapi dengan cepat tanggapnya pemerintah di negara-negara tersebut mudah-mudahan timbul kembali kepercayaan walaupun WHO menetapkan Corona sebagai wabah global. Semuanya perlu waktu saya kira," pungkasnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X