Banjir di Jalur Pendakian Selo Pos 2 Gunung Merbabu, Hanyutkan Tenda Pendaki

Kompas.com - 04/02/2020, 19:07 WIB
Pendaki melewati jalur pendakian Selo di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPendaki melewati jalur pendakian Selo di Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video melalui Instagram @mountnesia yang merekam banjir di kawasan jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Minggu (2/2/2020).

Video tersebut juga memperlihatkan derasnya aliran air sehingga menyeret tenda dan bawaan pendaki sampai ke jurang. 

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu membenarkan kejadian tersebut berada di Pos 2 Pandean.

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (4/2/2020), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Junita Parjanti mengatakan kondisi banjir disebabkan karena aliran air hujan dari puncak Gunung Merbabu yang cukup deras.

Baca juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kembali Dibuka 1 Februari 2020

"Aliran air deras di jalur pendakian Selo pada tanggal 2 Februari 2020 sekitar pukul 15.00 WIB, bahwa video tersebut berada di jalur pendakian Selo Pos 2 Pandean TN Gunung Merbabu," kata Junita seperti dikutip siaran pers.

Lanjutnya, aliran air deras tersebut merupakan limpasan air dari Pos 3, Sabana 1 dan Bukit Guweng, Nglorok, dan Pandean yang melewati Pos 2.

Selain itu, tingginya intensitas air hujan di kawasan puncak Merbabu juga menjadi penyebab banjir.

Adapun dua titik rawan aliran air deras yang berada di jalur pendakian di antaranya lokasi yang berada di jarak 20 meter sebelum Pos 2 dengan lereng sangat curam atau lebih dari 45 persen pada ketinggian 2.414 meter di atas permukaan laut (mdpl)

Kemudian, Pos 2 ke Pos 3 dengan kemiringan lereng curam 25 hingga 40 persen pada ketinggian 2.560 mdpl.

Meski dilanda banjir, Junita mengatakan saat ini kondisi tutupan vegetasi di sepanjang jalur pendakian paska kebakaran sudah pulih kembali.

Banjir juga tak membuat jalur pendakian ditutup, hingga kini Balai TN Gunung Merbabu masih membuka jalur pendakian.

Baca juga: 7 Tips Mendaki Gunung Bismo via Silandak Saat Musim Hujan

"Dengan mempertimbangkan hasil pengamatan di lapangan, dan kesiapsiagaan pengelola, maka jalur pendakian Selo masih dibuka untuk umum," ujar Junita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X