Wisata di Jakarta, Mengenal Kesenian di Taman Ismail Marzuki

Kompas.com - 05/02/2020, 13:30 WIB
Taman Ismail Marzuki di Jakarta SHUTTERSTOCK/CAHYADI SUGITaman Ismail Marzuki di Jakarta

Jakarta, KOMPAS.com-Pada tanggal 10 november 1968, Gurbernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat bangunan kesenian Jakarta yang berharap akan bisa tetap berkembang menjadi pusat budaya nasional.

Nama Taman Ismail Marzuki diambi dari nama seniman asal Betawi atau Jakarta yang telah menciptakan lebih dari 200 lagu. Salah satu lagu yang paling terkenal dan yang paling kita dengar adalah Rayuan Pulau Kelapa.

Di tempat inilah banyak seniman besar dilahirkan, salah satunya grup band God Bless yang dipimpin oleh Ahmad Albar. Band ini pertama kalinya tambil bernyanyi di TIM pada tahun 1972, dan sampai sekarang merupakan band legendaris Indonesia.

TIM tidak jauh dari Monas (Monumen Nasional) yang disebutkan sebagai ikon kota Jakarta. Dari arah Jalan Merdeka Selatan untuk menuju ke TIM, kamu akan melewati patung Tugu Tani, sehingga akan tembus di Jalan Cikini Raya, lalu terdapat TIM yang berada di kiri jalan.

Baca juga: Jalan-jalan ke Monas, Sudah Tahu 5 Fakta Ini?

Taman Ismail MarzukiAndra Prabasari Taman Ismail Marzuki

Memasuki pintu masuk TIM, kamu akan disambut patung Ismail Marzuki yang berada di teras depan.

Ismail Marzuki adalah komponis ternama kelahiran Betawi, yang menjadi simbol seniman legendaris, sehingga namanya diabadikan sebagai tempat pagelaran seni yang berada di Jakarta.

Dibangun di halaman seluas 9 Hektar, dulunya merupakan sebuah bangunan lama yang telah dibongkar dan diganti dengan bangunan baru menjadi sebagai pusat kesenian.

Terdapat berbagai macam tempat seni karya seniman yang dipamerkan atau dipertunjukkan di TIM antara lain sanggar baru, teater halaman, Galeri Cipta, Graha Bakti Budaya, teater kecil, dan grand teater.

Bangunan ini diciptakan untuk memamerkan karya seni yang hebat berasal dari seniman Indonesia.

Karya seni yang dipamekan di gedung-gedung tersebut di antaranya patung, lukisan, seni pertunjukan teater, seni pertunjukan musik, seni tari, dan pertunjukan wayang kulit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X