Viral Aksi Klitih, Yogyakarta Masih Aman untuk Wisatawan

Kompas.com - 06/02/2020, 20:02 WIB
Kendaraan melintas di perempatan Tugu, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016). Bangunan cagar budaya Tugu yang juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih itu menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOKendaraan melintas di perempatan Tugu, Yogyakarta, Selasa (2/8/2016). Bangunan cagar budaya Tugu yang juga dikenal dengan nama Tugu Pal Putih itu menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi tindak kejahatan jalanan atau klitih yang ramai dikabarkan terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengundang pertanyaan terkait keamanan dan kenyamanan wisatawan. 

Pemilik biro perjalanan wisata PT. Jogja Geowisata Utama, Widodo Nugroho mengatakan hingga kini, kasus klitih belum menjadi masalah bagi dunia pariwisata DIY.

Menurutnya, klitih hanya ulah kenakalan oknum pelajar atau anak muda yang terjadi sesekali di waktu dan lokasi tertentu.

"Aman, tidak ada masalah. Klitih bukan semacam wabah virus Corona gitu lho. Tidak semua daerah di Kota Yogyakarta khususnya atau provinsi DIY pada umumnya mewabah kejadian klitih ini," kata Widodo ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Tips untuk Wisatawan agar Terhindar dari Klitih Saat di Yogyakarta

Lanjutnya, klitih bukan lah hal yang digerakkan secara terorganisir untuk membuat kerusuhan. Ia juga menjelaskan istilah klitih yang sebenarnya hanya dikenal di DIY untuk menyebut aksi kekerasan, kejahatan, atau kenakalan yang dilakukan oknum pelajar.

Menurutnya, di daerah lain klitih dikenal seperti tawuran antar pelajar. Namun ia tak memungkiri juga apabila klitih terkadang dipicu oleh permasalahan sepele yang kemudian menjadi besar.

Untungnya, kasus klitih ini diakui Widodo belum berdampak ke pariwisata. Ia mengatakan belum menerima keluhan dari wisatawan terhadap fenomena klitih.

"Tapi kalau fenomena klitih ini tidak segera diselesaikan bisa jadi ke depannya image Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota budaya, warganya yang ramah dan santun, tentunya akan semakin tergerus dan terpengaruh," jelasnya.

Bagaimana kasus klitih di Yogyakarta menurut pendatang?

Sejumlah wisatawan asing berlatih membatik di Tembi Rumah Budaya, Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (15/6/2012). Paket belajar membatik secara singkat semakin banyak ditawarkan oleh para pelaku industri pariwisata Yogyakarta dalam rangkaian tur yang mereka kelola.KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Sejumlah wisatawan asing berlatih membatik di Tembi Rumah Budaya, Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (15/6/2012). Paket belajar membatik secara singkat semakin banyak ditawarkan oleh para pelaku industri pariwisata Yogyakarta dalam rangkaian tur yang mereka kelola.

Sementara itu, Yogyakarta juga dikatakan masih aman dari klitih terutama di pusat kota. Hal ini diutarakan William, mahasiswa rantau di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X