Kompas.com - 07/02/2020, 17:04 WIB
Osaka Castle yang berdiri megah seiring dengan mekarnya Sakura Dok. ShutterstockOsaka Castle yang berdiri megah seiring dengan mekarnya Sakura

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang melakukan beberapa pemeriksaan kepada wisatawan asing yang berkunjung, terkait pencegahan virus corona. 

"Dari tanggal 1 Februari, pemerintah Jepang melakukan pengecekan kepada warga negara asing (WNA) yang ingin masuk ke Jepang," kata Senior Director Japan National Tourism Organization (JNTO) Shogo Isobe saat Kompas.com temui di HSBC - ANA Travel Fair, mal Central Park, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Isobe menjelaskan bahwa pengecekan tersebut antara lain adalah pemeriksaan paspor guna mengetahui apakah wisatawan pernah mengunjungi atau menginap di Provinsi Hubei dalam waktu 14 hari sebelum kedatangan ke Jepang.

Baca juga: Terdampak Virus Corona, Apakah Jepang Aman untuk Dikunjungi?

Apabila terbukti mereka pernah mengunjungi atau menginap di sana dalam waktu 14 hari sebelum kedatangan ke Jepang, maka mereka tidak diperbolehkan untuk masuk ke Jepang.

Selain itu, orang-orang yang memiliki paspor dari Provinsi Hubei juga tidak bisa masuk ke Jepang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kecuali dalam keadaan khusus untuk sementara waktu. Kalau untuk warga negara Jepang, mereka tetap bisa masuk," tambah Isobe.

Tindakan pemerintah Jepang semakin digaungkan melalui laman resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia pada Senin (3/2/2020) lalu.

Melalui laman tersebut, Pemerintah Jepang akan menolak sementara warga negara asing yang berada dalam dua kategori yang telah Isobe sebutkan.

Meskipun kamu memiliki visa multiple entry ke Jepang, namun jika kamu pernah berkunjung atau menginap di Wuhan di bawah 14 hari, kamu tetap tidak akan diizinkan mendarat di Jepang.

Baca juga: Wisatawan yang ke Jepang Wajib Isi Kuesioner dari Kedubes Jepang Terkait Virus Corona

"Menurut Kedutaan Jepang, masyarakat Indonesia yang ingin pergi ke sana harus menyertakan dokumen tambahan jika ingin membuat VISA Jepang," tutur Isobe.

Dokmen tersebut berisikan pertanyyaan apakah wisatawan berada atau tinggal di Provinsi Hubei paling tidak 14 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Jepang? Lalu apakah berencana mengunjungi Provinsi Hubei setelah VISA Jepang mereka diterbitkan.

Sementara dari pihak All Nippon Airways (ANA) sendiri, Digital & Marketing Staff ANA Christian Bradley mengatakan kepada Kompas.com bahwa sejauh ini belum ada penerbangan yang dibatalkan ke Jepang.

"Pastinya flight dari Wuhan sudah kita tangguhkan sementara. Dari JNTO sudah menyatakan kalau penerbangan ke Jepang masih aman dari virus corona. Jadi bagi penumpang yang masih takut mengenai virus corona, kita bisa berikan press release dari Pemerintah Jepang," kata Christian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Rute ke Nawang Jagad Kaliurang dari Stasiun Yogyakarta

Jalan Jalan
Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Rute ke Curug Cikuluwung Bogor, 2 Jam dari Terminal Cibinong

Jalan Jalan
Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Botanica Sanctuary, Hotel Terbaru di Puncak Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Travel Promo
Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto

Jalan Jalan
6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

6 Tips ke Tol Kahyangan Bawang-Dieng, Kendaraan Mesti Kuat Menanjak

Travel Tips
Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Rute Menuju Tol Kahyangan Bawang-Dieng dari Kecamatan Bawang, Batang

Jalan Jalan
4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

4 Tips Berwisata ke Curug Cikuluwung Bogor, Wajib Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

Jalan Jalan
Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Tempat Wisata Dekat Angkringan Griyo Aji Somo Wonogiri, Ada Bali Lainnya

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palu, Pantai sampai Sumur Raksasa

Itinerary
3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

3 Aktivitas Seru di Curug Cikuluwung Bogor, Berburu Foto Keren

Jalan Jalan
Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Jalan Jalan
Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Jalan Jalan
4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.